VIRUS CORONA (COVID-19) TIDAK MENURUNKAN SEMANGAT PETANI UNTUK MELAKUKAN PANEN PADI DAN JAGUNG DIKABUPATEN BONE
Sehubungan dengan maraknya wabah Covid -19 di Dunia dan Indonesia, maka muncul kekawatiran akan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Muncullah slogan #Dirumah Aja# untuk menghindari penularan atau memotong rantai penularan Covid – 19 tersebut. Beda halnya dengan Masyarakat Petani yang ada di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, mereka tetap fokus dilahan pertanian untuk melakukan panen tanaman padi dan jagung yang didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Petani yang ada di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone melakukan panen padi sejak bulan Pebruari sampai dengan bulan Maret 2020 dengan luas sekitar 1.200 Ha dengan rata-rata produktifitas yaitu 5,5 ton / Ha. Luas Panen jagung sejak Pebruari sampai Maret 2020 yaitu sekitar 423 Ha dengan rata-rata produktifitas yaitu 6,5 ton/Ha dan rencana panen jagung untuk bulan April 2020 yaitu sekitar 377 Ha. Selasa (31/03/20) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir. H. Sunardi Nurdin, M.Si., sangat mengapresiasi semangat Kegiatan Panen yang dilakukan oleh para Petani Kabupaten Bone dalam rangka memenuhi kebutuhan Pangan Nasional ditengah maraknya bencana Covid - 19, namun beliau juga menyampaikan agar tetap berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan terutama melakukan mitigasi dan adaptasi dini untuk menghindari terjadinya penularan Covid -19 dikabupaten Bone. Beliau juga mengatakan, harus dipastikan akan ketersediaan pangan terutama beras dan jagung maupun pangan lainnya bagi masyarakat Kabupaten Bone dan Indonesia pada umumnya. Disamping itu, stabilitas harga bahan pokok merupakan tanggung jawab segenap stakeholder ditengah bencana covid – 19 ini. “Semoga Panen padi dan jagung ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Petani ditengah maraknya wabah Virus Corona (Covid -19)” Katanya.