Loading...

WAGUB, BUPATI DAN PANGDAM PANEN RAYA DI PPU

WAGUB, BUPATI DAN PANGDAM PANEN RAYA DI PPU
Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai salah satu lumbung padi terbesar kedua di Kalimantan Timur telah menunjukkan eksistensinya dengan dilaksanakannya Gerakan Panen Raya yang dilaksanakan di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur. Target yang tidak ringan di bebankan kepada Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai Kabupaten dengan Potensi areal Sawah yang terluas kedua di Provinsi Kalimantan Timur, berupa capaian target swasembada pangan di Tahun 2017. Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Timur, Ir. H. Ibrahim, MP Optimis Kabupaten Penajam Paser Utara mampu Surplus beras di Tahun 2017 dan Kalimantan Timur pada Umumnya.Hadir dalam Acara Gerakan Panen Raya di desa Labangka Barat Kecamatan Babulu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Seketaris Direktorat P2HP Kementerian Pertanian sekaligus penanggung jawab UPSUS Kalimantan Timur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Anggota DPRD Kab. Penajam Paser Utara, Pangdam VI Mulawarman, Komandan Daerah Militer, Komandan Distrik Militer, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Camat dan Kepala Desa di Lingkup Kecamatan Babulu, Koordinator BPP di Kabupaten Penajam Paser Utara, Penyuluh Pertanian Lapangan di Wilayah BPP Babulu, KTNA Kabupaten Penajam Paser Utara, dan petani beserta undangan lainnya.Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur yang turut menyampaikan sambutan dalam acara panen raya tersebut menyampaikan Bahwa Tahun 2015 di Desa Labangka Hasil Ubinan bisa mencapai 8 Ton/Hektar, dengan Hasil demikian target surplus padi di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat tercapai di tahun 2015. Sedangkan pengalokasian anggaran dari Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur untuk Kabupaten Penajam Paser Utara di Tahun 2015 di Desa Sebakung akan ada Rice Milling Unit (RMU) dilengkapi dengan Combine Harvester dengan harapan menjadi penampung gabah hasil panen padipetani di Kecamatan Babulu, dengan demikian harapannya akan mampu mengontrol Harga Gabah di tingkat petani. Ditambahkan beliau juga untuk Tahun 2015 Pengalokasian Anggaran APBNP akan mengelola 14.500 Ha Sawah dengan Jalur Irigasi, Optimalisasi lahan dan Gerakan Pertanian Terpadu.Dalam sambutannya Bupati Penajam Paser Utara Drs. H. Yusran Aspar, M.Si bertekad menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai Lumbung Padi di Kalimantan Timur dengan Panen dua kali dalam satu tahun dengan demikian akan mampu mencukupi kebutuhan pangan di Kalimantan Timur, swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. dikatakan beliau juga bahwa bertani di lahan sawah merupakan usaha yang menjanjikan di masa depan. Terkait hal tersebut masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan seperti Masalah Suplai Air untuk sawah akan mampu teratasi dengan adanya rencana membangun bendung Sungai Telake, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara tetapi juga di Kabupaten Paser. Masalah lain menurut Bapak Bupati Penajam Paser Utara adalah masalah Panen dan Pasca Panen, masalah tenaga kerja teratasi dengan adanya peningkatan mekanisasi pertanian dengan memperhatikan dan menyesuaikan karakteristik lahan sedangkan Resi Gudang sebagai bentuk jaminan pemerintah menyangkut permasalahan Pasca Panen. Sebelum menutup sambutannya Bupati Penajam Paser Utara juga menyampaikan permasalahan Jalan usaha tani, beliau menyatakan dengan UPTD PU yang ada di Kecamatan sudah mampu mengatasi permohonan masyarakat, dengan mengajukan permohonan dari tingkat desa, kemudian diteruskan ke Kecamatan. Di akhir kegiatan diadakan diskusi antara petani dengan SKPD terkait baik dari provinsi Kalimantan Timur Maupun dari Kabupaten Penajam Paser Utara, satu hal yang menjadi harapan dan perhatian terbesar para petani adalah minimnya alokasi anggaran yang bersumber dari APBD terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara, ironisnya Alokasi anggaran dari APBN dan APBD Provinsi yang begitu besar tidak di imbangi dengan Alokasi Anggaran dari APBD Kabupaten. Mudah mudahan semua rencana ini bisa terealisasi, sehingga petani bisa berusaha tani dengan baik, produksi meningkat, pendapatan bertambah dan kesejahteraaan akan didapat.