Wakil Bupati Aceh Selatan buka pertemuan teknis penyuluh tingkat Kabupaten Aceh Selatan tanggal 19 April 2016 di Tapaktuan. Wakil Bupati dalam pengarahannya menyampaikan pentingnya koordinasi antar instansi di kecamatan. Keberhasilan Upsus Pajale nantinya bukan keberhasilan orang perorang tetapi kerberhasilan bersama dan keberhasilan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Keberhasilan program Upsus pajele 2016 dapat dicapai ketika aparat yang terlibat didalamnya saling bekerja sama dan menghilangkan ego sektoral diantaranya penyuluh, Mantri Tani, Babinsa, Camat, Koramil, dan BPP saling berkoordinasi. Pertemuan teknis penyuluh tingkat Kabupaten Aceh Selatan dihadiri oleh : Dandim 0107 Aceh Selatan, Bappeda, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Aceh Selatan, serta Drs. Amri dari BKP-LUH Aceh. Peserta pertemuan adalah penyuluh PNS, Penyuluh THL, Penyuluh Swadaya, KTNA, Mantri Tani, dan Manhutbun. Dandim 0107 Aceh Selatan dalam makalahnya berjudul "Peran TNI dalam rangka peningkatan kerja penyuluh untuk mendukung Upsus Pajale 2016" penyuluh begitu sabar dalam mendapingi petani untuk mengsukseskan program Upsus Pajale ini. Kodim 0107 Aceh Selatan siap membantu petani untuk menyediakan Hand Traktor, mesin penanam padi, Pompa air, Hand spayer, dan Mesin Pemanen padi. Pada kesempatan ini Dandim meminjamkan 3 unit Pompa air irigasi untuk desa Tanjung Harapan kecamatan Meukek yang kesulitan air. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Aceh Selatan Ir. H. Herman Arsyad, MM menyampaikan makalahnya berjudul gerakan pemampaatan lahan terlantar (GEMPAR) yang telah di kukuhkan oleh Bapak Bupati Aceh Selatan baru baru ini di kecamatan Samadua. Porgram gerakan GEMPAR ini sangat menarik dan meruapakan program yang sangat mulia yang dicetuskan oleh kepala Badan Ketahan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Aceh Selatan, nantinya diharapkan dengan program Gempar ini dapat membuka lapangan kerja baru, dan sumber penambahan pendapatan bagi petani setelah kebun palanya mati diserang hama. Dan akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat Aceh Selatan.Penulis : Suharwandi SP Penyuluh Pertanian Madya kabupaten Aceh SelatanAdmin : SMIPP Kabupaten Aceh Selatan