Walang sangit bukan merupakan hama utama pada tanaman padi, tapi dapat merupakan ancaman sporadik pada beberapa daerah. Bila serangan terjadi pada saat padi matang susu dapat menyebabkan gabah hampa, sedang pada saat menjelang panen dapat menurunkan kualitas gabah. Walang sangit biasanya banyak menyerang padi pada musim kemarau. Serangga ini meletakan telur pada permukaan daun bagian atas secara berkelompok dalam satu atau dua baris. Baik nympha maupun serangga dewasa makan cairan padi dengan cara menghisap. Serangga ini aktif menyerang pada pagi dan sore hari dan berlindung pada pohon yang lembab dan dingin pada siang hari. Siklus hidupnya 32 – 43 hari. Pengendalian Secara Kultur Teknik Dianjurakan untuk tanam serempak. Serangan berat biasa terjadi pada tanaman yang paling lambat berbunga. Untuk itu diperlukan pengendalian dengan cara menanam tanaman perangkap lebih awal dalam areal yang kecil, sehingga serangan akan terpusat dan memudahkan pemberantasannya. Secara Mekanik Dilakukan dengan menanam tanaman yang mengeluarkan bau-bauan, seperti : Rumput Ceratophyllum Sp. Lycopodium Sp. dan Limnophila Sp. Cara lain adalah dengan menyimpan bangkai dan otoran untuk menarik serangga. Secara Kimiawi Dilakukan bila populasinya diatas ambang ekonomi yaitu 6 ekor walang sangit/m². Pemberian insektisida dianjurkan hanya saat padi mulai bermalai sampai matang susu. Untuk serangga dewasa dianjurkan menggunakan insektisida monokrotofos, sedangkan untuk semua stadia dianjurkan BMC dan MICP. Disusun Oleh : Ade Supratman, SP. Admin BPP Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Sumber : Petunjuk Teknis Inovasi Teknologi IP Padi 300 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lembang