Di Kecamatan Ponorogo perut kembung ( bloat ) merupakan salah satu masalah yang cukup berbahaya yang sering dihadapi peternak kambing . Sebagaimana kembung perut yang sering dialami manusia, ternak kambing juga kadangkala mengalami masalah ini. Gangguan perut kembung pada kambing merupakan salah satu masalah serius yang sering dialami peternak, karena perut kembung pada kambing bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik. Masalah kembung perut pada ternak kambing dapat mengakibatkan kematian dengan cepat. Ternak kambing bisa mati hanya dalam waktu yang cukup singkat yaitu antara 1 – 2 jam setelah kambing mengalami gejala perut kembung.Kembung perut merupakan bentuk penyakit /kelainan alat pencernakan yang bersifat akut yang disertai penimbunan gas didalam lambung ternak. Akibatnya, kambing akan merasa kesakitan, frekuensi pernapasan meningkat, dan sering buang air besar. ternak kambing juga disebut dengan. Gejala ini biasanya dialami oleh kambing yang dibiarkan berkeliaran, sering kehujanan dan mencari makan sendiri. Kasus kematian ternak kambing akibat kembung perut seringkali terjadi karena pengawasan yang tidak teliti, ketelodoran peternak dan lambatnya penanganan dan pertolongan terhadap ternak yang sakit.serta ketidak tahuan peternak kalau kembung perut dapat disebabkan oleh 2 faktor yaitu: 1). Faktor makanan/pakan: Pemberian hijauan leguminosa yang berlebihan, hijauan yang terlalu muda, biji bijian yang digiling sampai halus, imbangan antara pakan hijauan dan konsentrat yang tidak seimbang (konsentrat lebih banyak), hijauan yang terlalu banyak dipupuk dengan urea, hijauan yang dipanen sebelum berbunga (terlalu muda) atau sesudah turunnya hujan terutama pada daerah yang sebelumnya kekurangan air, makanan yang rusak/ busuk/ berjamur, rumput/ hijauan yang terkena embun atau terkena air hujan. 2). Faktor ternak itu sendiri : Faktor keturunan, tingkat kepekaan dari masing masing ternak, ternak bunting yang kondisinya kesehatan menurun, ternak yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, ternak yang kurang darah (anemia), kelemahan tubuh secara umum. Pengendalian penyakit kembung pada kambingUntuk melakukan pengendalian penyakit kembung, berikan Pakan hijauan yang sudah dilayukan, minimal dibiarkan semalaman. Paparkan hijauan di bawah sinar matahari selama 2-3 jam; Jangan menggembalakn ternak pada pagi hari atau ketika rumput masih basah tunggu sampai embun menguap; Amati ternak jika terjadi kembung minimal 2 jam setelah diumbar/digembalakan; berikan hijauan dalam bentuk kasar, tidak dicacah kecil agar mikrobil mencerna pakan sehingga meminimalkan terjadinya kembung. Pemberian pakan hijauan dan konsentrat yang paling baik adalah sedikit demi sedikit tetapi sering. Beberapa ternak sering mengalami kembung yang kronis, kemungkinan faktor genetis. Untuk kasus seperti ini ternak bias dipertimbangkan diafkir saja.Pengobatan dapat dikombinasi dengan exercise dan menekan-nekan perut yang kembung guna mempercepat pengeluaran gas. Pengobatan dapat juga dilakukan dengan kombinasi mmasukkan pelepah daun papaya melalui anus untuk mempermudah pengeluaran gas. Selama pengobatan ternak harus dalam posisi berdiri. Alternatif terakhir yang dapat digunakan adalah Throkard untuk mengeluarkan gas mengurangi tekanan pada daerah rumen yang menggembung.(BPP Ponorogo Kec. Ponorogo Kab. Ponorogo, Jawa Timur)