WASPADA ULAT GRAYAK JENIS BARU PADA TANAMAN JAGUNG
Budidaya tanaman jagung tidak lepas dari permasalahan serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman ). OPT yang umumnya menyerang tanaman jagung antara lain : penggerek batang, penggerek tongkol, aphis, belalang, ulat grayak jenis Spodoptera litura. Serangan OPT dalam areak pertanaman yang luas tentunya berpotensi menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Dan pada saat ini telah ditemukan jenis OPT yaitu jenis ulat grayak dengan tingkat reproduksi yang tinggi sehingga memungkinkan terjadi ledakan populasi serta serangan bersifat invasif pada tanaman inangnya dimana dalam waktu semalam dapat menghabiskan areal tanaman yang luas. Jenis ulat ini adalah ulat grayak Spodoptera frugiperda dan dikenal dengan istilah Fall Armyworm. Jenis ulat ini berbeda dengan jenis Spodoptera litura, ulat ini termasuk hewan noktunal sehingga aktif menyerang tanaman pada malam haei sedangkan pada siang jari akan berada pada tanah. Adapun morfologi pada instar awal (larva) adalah sebagai berikut : Terdapat motif huruf “Y” terbalik pada kepala Memiliki 4 buah titik (pinacula) berbentuk segi empat pada abdomen segmen ke-8 Memiliki garis tebal seperti pita pada bagian lateral tubuh Memiliki pinacula dengan seta tunggal. jenis ini sudah mewabah di benua Amerika, Afrika dan sudah mulai masuk ke Asia. Spodoptera frugiperda pada fase imago dapat terbang sejauh 100 km dalam waktu satu minggu sehingga perlu diwaspadai masuk ke Indonesia. Di Indonesia sendiri di beberapa tempat mukai terindikasi adanya serangan ulat jenis Spodoptera frugiperda ini. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tanggal 14 Agustus 2019 di Kelompok Tani Margo Raharjo 3 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Bnyumas mengadakan Gerakan Pengendalian OPT jagung terutama untuk mengantisipasi adanya serangan ulat grayak jenis Spodoptera frugiperda. Gerakan pengendalian dilakukan pada areal tanaman jagung umur sekitar 1 bulan. Tindakan pengendalian adalah dengan penyemprotan agen hayati Beauveria bassiana dengan dosis aplikasi 125 ml agen hayati Beauveria bassiana diencerkan ke dalam air sebanyak 10 liter air. Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga. Beauveria bassiana sebagai insektisida alami akan efektif mematikan serangga karena cara kerjanya dengan menginfeksi serangga inang kemudian mengeluarkan enzim dan toksin serta merusak jaringan tubuh serangga tersebut. Selain Beauveria juga diaplikasikan PGPR (Plant Grow Promoting Rhizobacteria) dengan dosis sama 125 ml diencerkan ke dalam 10 liter air bersih. PGPR berfungsi memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dengan begitu kerusakan akibat serangan hama dapat dikurangi. Pengendalian OPT dengan menggunakan Beauveria bassiana dan PGPR yang perlu diperhatikan adalah perakatan harus benar-benar bersih dari bahan kimia, air yang digunakan harus dari air yang bebas kaporit atau bahan kimia lainnya karena Beveria dan PGPR berisikan mikroba yang kemungkinan dapat rusak atau mati oleh bahan-bahan kimia. Penulis : Dian Murdianti, S. TP (Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Baturraden)