Loading...

Widya Wisata Gapoktan Minas Timur Berseri ke Poktan Karya Bersama di Kec. Lubuk Dalam

Widya Wisata Gapoktan Minas Timur Berseri ke Poktan Karya Bersama di Kec. Lubuk Dalam
MINAS.., Telah dilaksanakan kegiatan Widya Wisata Gapoktan Minas Timur Berseri ke Kelompok Ternak Karya Bersama di Kampung Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak beberapa waktu yang lalu. Kunjungan ini dilakukan secara swadaya oleh beberapa pengurus Gapoktan Minas Timur Berseri dengan tujuan untuk mempelajari Pengolahan Pupuk Organik dan Pupuk Cair Organik yang sangat baik untuk diaplikasikan pada tanaman Hortikultura yang banyak di budidayakan di Kampung Minas Timur. Dalam Widya Wisata ini di ikuti oleh beberapa perwakilan terdiri dari satu pengurus gapoktan, dua kelompok tani dan PPL Kampung Minas Timur. Melihat pertumbuhan tanaman hortikultura yang cukup luas di Minas Timur akan sangat baik bila budidaya yang dilakukan dengan pola tanaman organik. Sesuai keadaan di lapangan budidaya tanaman pepaya madu mencapai 4 ha, jambu biji 3 ha, belimbing 2 ha dan jambu madu 1 ha. Produksi tanaman pepaya hingga saat ini lebih kurang mencapai 500 kg hingga 1000 kg per panennya, sedangkan dalam satu bulan panen bisa mencapai delapan kali panen, bila harga jual dihitung perkilonya ditingkat petani mencapai Rp. 3.500, hingga Rp. 4000,- maka dalam satu bulan dapat sekitar Rp. 21.000.000,- belum lagi dari jambu biji, belimbing dan jambu madu, jelas putaran uang di tingkat petani sangat menjanjikan. Dengan pola tanaman organik diharapkan nantinya akan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik seperti diketahui buah organik memiliki kelebihan rasa yang manis, renyah, tahan lama dan tidak mengandung residu yang berbahaya untuk kesehatan. Mengenai aspek pasar hingga saat ini permintaan masih sangat baik. Maka dari itu untuk merubah pola pemupukan dari penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik harus dilakukan secara perlahan karena sangat sulit untuk merubah kebiasaan petani. Dengan diadakannya Widya Wisata ini agar pelaku utama bisa melihat alternatif lain dari pola pemupukan dari pupuk kimia menjadi pupuk organik, hal ini adalah tantangan penyuluh untuk hasil yang lebih baik.