Saat ini kita sudah memasuki bulan Nopember, dimana biasanya curah hujan mulai tinggi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa bila sudah memasuki musim hujan maka pertumbuhan vegetatif tanaman berkembang sangat cepat, terutama wiwilan-wiwilan pada tanaman kopi. Kadang kita merasa kaget, begitu cepatnya pertumbuhan wiwilan, pada hal sebelumnya hanya beru muncul mata-mata tunas saja, namun begitu kena hujan wiwilan ini tumbuh dengan cepat. Dampak dari tumbuhnya wiwilan ini tentu merupakan pesaing bagi bagian tanaman yang lainnya, dan yang tak kalah pentingnya adalah berdampak pada jumlah produksi yang dihasilkan pada musim berikutnya. Sebagaimana biasa setelah selesai panen kopi, maka dilakukan pemangkasan pada bagian-bagian tanaman yang kurang bagus seperti ranting-ranting tanaman yang mati, cabang produksi yang sudah tua, batang-batang tanaman yang tidak produktif dan tentunya juga wiwilan-wiwilan yang ada pada saat pemangkasan tersebut. Dilihat dari tujuan pemangkasan yang dilakukan setelah selesai panen kopi pada prinsipnya adalah untuk membentuk tajuk tanaman yang bagus, menyebarnya cabang-cabang tanaman secara merata ke segala arah dan yang tak kalah pentinya adalah menumbuhkan cabang-cabang produktif khususnya cabang-cabang produksi, yang nantinya dapat menghasilkan buah kopi secara optimal. Namun dengan adanya wiwilan-wiwilan yang tumbuh dengan cepat ini tentu cabang-cabang yang kita harapkan tumbuh untuk membentuk cabang-cabang produksi menjadi terhambat, karena adanya persaingan dalam kebutuhan terhadap unsur hara yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Dengan demikian pertumbuhan dari cabang-cabang yang kita harapkan menjadi tidak optimal, terutama cabang-cabang produksi. Cabang produksi ini setiap saat harus selalu diperbaharui, karena cabang-cabang ini lah yang nantinya menghasilkan buah kopi, apalagi cabang ini cepat tua, karena paling optimal cabang produksi ini kita pelihara setelah berbuah sebanyak 3 kali, dan bila lebih dari itu buah yang dihasilkan kurang optimal, oleh karena itu setelah berbuah 3 kali semestinya sudah kita pangkas dan tumbuhkan cabang-cabang yang baru. Agar pertumbuhan cabang-cabang produksi yang baru ini dapat tumbuh secara optimal, maka jangan biarkan tanaman kopi ditumbuhi wiwilan-wiwilan dan segera dilakukan pemangkasan wiwilan perampas nutrisi tersebut. Adapun teknik pemangkasan wiwilan adalah sebagai berikut : Pemotongan wiwilan dilakukan dibawah ruas paling bawah. Untuk menghindari frekuensi pemangkasan yang terlalu sering khususnya pada tanaman kopi maka petani kopi harus tahu pemangkasan yang tepat, khususnya pemangkasan wiwilan/tunas air. Karena tunas air ini sangat cepat tumbuh. Dalam satu tanaman bisa ditumbuhi wiwilan/tunas air 5 - 25 tunas air. Pemotongan satu tunas air yang salah akan tumbuh 2 – 4 tunas baru. Bila dalam satu tanaman terdapat 5 tunas, apa bila salah dalam melakukan pemangkasan maka dalam waktu singkat akan tumbuh tunas paling tidak 10 – 20 tunas baru. Untuk itu dalam pemangkasan wiwilan usahakan dilakukan pemotongan batang wiwilan berada pada posisi dibawah ruas yang paling di bawah / dekat dengan batang utama tanaman. Jangan melakukan pemotongan wiwilan di atas ruas-ruas wiwilan, karena bila ini dilakukan justru akan merangsang tumbuhnya wiwilan baru yang ada pada ruas-ruas wiwilan tersebut. Hal ini disebabkan karena pada setiap ketiak daunnya terdapat dua macam kuncup tunas yaitu satu kuncup tunas primer yang terdapat pada bagian atas, dan kuncup tunas reproduksi pada bagian bawah, yang dapat berjumlah 4 – 5 buah. Tunas reproduksi ini dapat tumbuh menjadi tunas air/ wiwilan bila kondisi memungkinkan. Bila wiwilan ini dipotong pada bagian di atas ruas batang/ diatas ketiak daun, maka tunas reproduksi ini terangsang tumbuh sehingga dapat tumbuh bersamaan, sehingga dalam satu batang wiwilan yang telah dipotong pada waktu pemangkasan akan dapat tumbuh 2-4 tunas baru. Kondisi inilah yang membuat tanaman kopi menjadi lebih rimbun setelah dilakukan pemangkasan karena wiwilan-wiwilan baru tumbuh sebagai akibat dari pemotongan yang salah pada waktu pemangkasan. Menarik/ mengupas wiwilan. Sebenarnya wiwilan tumbuh pada batang tanaman belum membentuk jaringan kayu yang menyatu dengan batang utama, melainkan hanya baru menepel pada batang utama, sehingga sangat mudah untuk ditarik/ dikupas. Kelebihan dari pemangkasan wiwilan dengan cara ini adalah, bahwa pada bagian wiwilan tersebut yakin tidak akan tumbuh tunas/wiwilan baru. Namun yang menjadi masalah adalah bagaian batang tanaman utama menjadi terluka, kulitnya ikut terkelupas, dan tentu secara teknis membuat tanaman menjadi tidak sehat. Cara ini bisa dilakukan khususnya pada wiwilan yang masih muda, bila wiwilan sudah tua tentu tidak bisa dilakukan, karena jaringan kayu dari wiwilan tersebut telah menyatu dengan jaringan kayu pada batang utama tanaman. Dengan mengetahui sifat pertumbuhan tanaman kopi, dan melakukan pemangkasan yang benar maka tanaman kopi tidak akan rimbun lagi setelah dipangkas, jadi frekuensi pemangkasan dapat dikurangi atau waktu pemangkasan menjadi lebih lambat dan lebih hemat (Made Widiada, Distan Kabupaten Tabanan, Bali).