Loading...

Workshop Hasil Reseach Extension Linkage (REL) di Kelompoktani Lembu Sari Narmada

Workshop Hasil Reseach Extension Linkage (REL) di Kelompoktani Lembu Sari Narmada
Inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dalam budidaya tanaman padi saat ini memberikan peningkatan produksi yang signifikan berupa teknologi sistem tanam jajar legowo (Jarwo) Super. Salah satu penciri jarwo super yaitu melalui pendekatan PTT dengan penambahan komponen teknologi seperti penggunaan varietas unggul baru (VUB) potensi hasil tinggi, Bio dekomposer (M-Dec) pada saat pengolahan tanah, seed treatment (Agrimeth), penggunaan pestisida nabati (bioprotektor) dan menggunakan alsintan antara lain alat tanam (indo jarwo transplanter) serta alat panen (combine harvester). Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa penerapan teknologi jarwo super dapat memberikan hasil gabah ? 10 t ha-1 dengan menggunakan Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dan Inpari 33. Sukses swasembada pangan khususnya beras, diwujudkan dengan berbagai strategi untuk mencapai kedaulatan pangan, terutama peningkatan produktivitas dan peningkatan indeks pertanaman melalui penerapan inovasi. Balitbangtan (peneliti) sejak tahun 2010 telah menghasilkan inovasi PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) padi sawah yang diimplementasikan dalam bentuk Sekolah Lapang (SL-PTT), inovasi terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga tahun 2016 diformulasikan inovasi teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super. Maka penyuluh provinsi bersama peneliti dan petani melakukan demplot kaji terap aplikasi paket teknologi reseach extension linkage jajar legowo super seluas 0,50 Ha di Kelompok Tani Lembu Sari II Dusun Temas Desa Narmada Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat menggunakan benih varietas unggul baru (VUB) inpari 32, biodekomposer (M-Dec) dan pupuk hayati (Agrimeth). Dari hasil demplot tersebut dilakukan workshop aplikasi paket teknologi/research extension linkage (REL) yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan dalam meyakinkan paket teknologi usahatani yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kondisi agro ekosistem petani/kelompoktani di wilayah demplot kaji terap yang dilaksanakan serta mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direknomendasikan sesuai dengan spesifik lokasi ungkap Kepala Seksi Penyuluhan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB Drs. H. Astawar saat membuka kegiatan workshop aplikasi paket teknologi di Aula BPPSDMPP Prov. NTB.Kegiatan workshop ini melibatkan peneliti dan penyuluh serta petani sebagai pelaku utama langsung dalam mewujudkan peningkatan produktivitas komoditas pertanian dalam mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan menuju kedaulatan pangan khususnya di Prov. NTB. Dalam implementasi saat ini, pemahaman terhadap dua sistem learning masih terpisah antara aset petani dengan bahan pembelajaran. Sedangkan introduksi spesifik teknologi untuk memperbaiki asset petani belum dirasakan maksimal yang sesuai dengan pementaan potensi wilayah stragetis dengan metode pembelajran. Hal tersebut di sampaikan oleh Ir. Bambang Agus Irianto dari Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDM Pertanian Kementerian Pertanian saat menjadi narasumber yang dihadirin 35 peserta workshop aplikasi paket teknologi.Disampaikan juga bahwa workshop hasil kaji terap merupakan tindak lanjut untuk memperoleh legitimasi dari pakar dan petani sebagai calon pengguna teknologi khususnya paket teknologi jajar legowo super yang sudah diterapkan dan memberikan hasil pengaruh terhadap tanaman padi saat ini. Dari hasil lapangan teknologi spesifik lokalita hasil kaji terap research extension linkage (REL) dalam bentuk tercetak maupun media lain sebagai bahan diseminasi hasil kaji terap. Selain itu, dapat dilakukan implementasi rekomendasi di 5 BPP dengan metode sekolah lapang selanjutnya dalam kegiatan tegasnya. Sehingga indicator keberhasilan dari aplikasi paket teknologi berupa perubahan produksi dan produktivitas, perubahan akses dan biaya usahatani serta pemanfaatan media untuk diseminasi.Adapun hasil dari kaji terap tanam padi teknologi jajar legowo super yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Prov. NTB Nurul Hikmah Dinata, SP yaitu berupa pemanfaatan pengembalian jerami pada lahan sawah sebagai bahan organik tanah dengan menggunakan biodekomposer M-Dec. Dari uji tanah di laboraratorium tanah tanaman, pupuk dan air Laboratorium BPTP Prov. NTB untuk hasil pengujian I kandungan K-tersedia 61,43 ppm menjadi 64,70 ppm di hasil pengujian II. Hal ini dikarenakan pada saat uji tanah hasil ke II meningkat setelah diberikan M-DEC dan jerami pada tanah. Sehingga terbukti fungsi M-dec untuk mengurai jerami lebih cepat dan lebih meningkatkan kandungan K.Salah satu tugas dan fungsi penyuluhan dari hasil tersebut dapat menyampaikan hasil pengkajian tentang suatu teknologi pertanian/kaji terap pada komoditas pertanian yang dianggap perlu dilaksanakan dalam penerapan teknologi pertanian tertentu. Sehingga dapat memberikan pemberdayaan petani untuk menerapkan inovasi teknologi dengan menerapkan sistem pertanian akan inovasi teknologi oleh kelembagaan petani sebagai pemangku kepentingan seperti lembagaan pembiayaan, sarana produksi, pemasaran. Dan terwujudnya sinergi antara peneliti, penyuluh dan petani dalam mengembangkan serta penerapan inovasi teknologi dalam mewujudkan program pemerintah menuju kesejahteraan petani. by. Syamsul Riyadi,S.TP/Penyuluh Pertanian Prov. NTB.