Loading...

WORSHOP DESIMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN DI KAB.BONDOWOSO

WORSHOP DESIMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN DI KAB.BONDOWOSO
Bondowoso Cybext 02 September 2014, bertempat di Gedung Panjaitan Bondowoso telah dilaksanakan Workshop Desimenasi Teknologi Pertanian yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi, Kepala Bidang Pangan, Kepala Bidang Hortikultura, Koordinator Jabatan Fungsional, 7 (tujuh) Pengelola Balai Penyuluhan dan Penyuluh Pertanian PNS serta Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Kabupaten Bondowoso. Sigit Dwiwahyu Banendro,STP selaku panitia penyelenggara bahwa pelaksanaan workshop Desimenasi Teknologi Pertanian dikuti sebanyak 200 (dua ratus) peserta yang mayoritas penyuluh pertanian di Dinas Pertanian, hal ini dimaksudkan supaya penyuluh pertanian di wilayah mempunyai pengetahuan yang baru dalam rangka mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian. Adapun nara sumber yang mengisi acara Workshop Desimenasi Teknologi Pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Bapak Rohmad Budiono dengan Materi Rekomendasi Penerapan Teknologi Dalam Upaya Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Di Jawa Timur Tahun 2014 dengan sub Materi Perkawinan System Rice Intrensifikation (SRI) dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso H.Hindarto,SP,MSi dalam sambutan pengarahan beliau menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi memang harus selalu di upgrade supaya kemampuan penyuluh tidak dilampaui oleh kemampuan petani, dalam bahasa daerah tidak berasa. Kondisi ini juga menjadi perhatian oleh Dewan Risert Daerah untuk masa yang akan datang penyuluh pertanian harus ditingkatkan kemampuannya melalui pendidikan dan pelatihan yang difasilitasi oleh Daerah. Konkritnya Penyuluh Pertanian harus mempunyai pengetahuan yang luas misalnya dari masalah rekayasa teknis, sosial, ekonomi dan masalah-masalah lain misalnya jadwal pemberangkatan hajipun penyuluh harus tahu, ini salah satu upaya untuk membangun kepercayaan kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian memberikan pesan seorang penyuluh harus banyak belajar tentang ilmu sosiologi perdesaan, karena dalam komunitas masyarakat ada 4 (empat) golongan, yang pertama kelompok inovator kedua pengetrap awal, pengetrap akhir dan kelompok penolak, jadi Penyuluh Pertanian ruang lingkup fasilitasinya yaitu kelompok pengetrap awal dan akhir. Penulis Daelimi,SP Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Bondowoso.