Loading...

YANG MUDA YANG PRODUKTIF

YANG MUDA YANG PRODUKTIF
Kopi merupakan salah satu produk pertanian unggulan di Kabupaten temanggung dengan jangkauan pemasaran mencakup dalam (local) danluar negeri (ekspor). Jumlah ekspor kopi setiap tahunnya terus meningkat seiring perkembangan permintaan dunia terhadap kopi. Hal tersebut seharusnya menjadi bekal petani untuk dapat memanfaatkan peluang dalam memperbanyak penjualan kopi sekaligus memacu petani untuk meningkatkan produksi kopi (intensifikasi) yang akan memberikan dampak kepada peningkatan pendapatan petani.Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kopi robusta di Kabupaten Temanggung adalah karena tanaman ini sudah lama dibudidayakan sebagai usahatani masyarakat yang turun temurun sehingga tanaman kopi rata-rata sudah tua. Untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, salahsatunya dapat dilakukan dengan melakukan pemangkasan Rejuvinasi atau peremajaan selanjutnya dilakukan penyambungan dengan klon yang lebih unggul untuk mengganti tanaman kopi yang sudah tua/rusak dan tanaman yang sudah tidak produktif lagi.Pemangkasan rejuvinasi dilakukan apabila produksi kopi terlalu rendah, tetapi keadaan pohon masih cukup baik dan kuat. Apabila keadaan kebun udahdiatas 50% tidak dapat berproduksi lagi sebaiknya dibongkar/didongkel dan dilakukan penanaman ulangan (replanting) dengan menanam bibit kopi yang baru.Tujuan diadakannya pemangkasan rejuvinasi antara lain adalah untuk mempermudah batang dan memperbiki mutu bahan tanaman (disambung dengan klon yang lebih unggul).Peremajaan dapat dilakukan :? Secara selektif : untuk tanaman yang rusak saja? Secara bertahap : dilaksanakan bertahap setiap tahun? Secara total : pemangkasan dilaksanakan sekaligus dalam tahun itu juga Tindakan yang dilakukan dalam pemangkasan rejuvinasi adalah dengan memotong batang kopi pada ketinggian ± 50 cm diatas permukaan tanah pada menjelang/awal musim penghujan. Dari sejumlah wiwilan yang tumbuh, dipelihara 1 atau 2 batang (tunas) yang paling baik untuk disambung dengan klon yang lebih unggul. Pembuangan kelebihan wiwilan harus berangsur-angsur, karena stump masih banyak memerlukan organ asilmilasi (daun) untuk mencegah agar daun wiwilan tidak menjadi "kerupuk" (karena arus zat hara yang berlebihan) dan akar stump dapat dipotong dengan pencangkulan. Agar produksi tidak menurun dratis, maka pemangksan rejuvinasi hendaknya dilakukan pada akhir suatu panen besar (akhir on-year). Oleh Endang Sulistyani,SP