Adakah masyarakat kita yang tak mengenal bawang merah ? Pasti mengetahui bentuk fisik bawang merah, tetapi apakah mengetahui secara lebih dekat dengan bawang merah ? Untuk pertanyaan ini ada orang yang tahu seluk beluk bawang merah, tetapi tidak sedikit yang tidak tahu apa itu bawang merah. Untuk lebih tahu mendalam tentang bawang merah , baca tulisan ini. Anda tak akan menyesal dengan meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini, karena banyak manfaat yang bisa anda dapatkan. Bawang merah sudah sangat akrab ditelinga masyarakat kita. Mulai dari digunakan untuk bumbu masak hingga penggunaan untuk obat tradisional.Bawang merah ternyata bukan asli tanaman dari Indonesia. Menurut dari beberapa buku, ditulis tanaman bawang merah diduga berasal dari daerah Asia Tengah, yaitu di deretan daerah sekitar India, Pakistan, sampai palestina. Negara-negara di Eropa Barat, Eropa Timur, dan Spanyol baru mengenal bawang merah sekitar abad kedlapan. Kemudian bawang merah menyebar hingga ke daratan Amerika, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Penyebaran ini tampaknya berhubungan dengan prmburuan rempah-rempah oleh bangsa Eropa ke wilayah Timur Jauh yang kemudian berlanjut dengan pendudukan kolonial di wilayah Indonesia. Di Indonesia bawang merah telah merambah ke berbagai daerah sehingga komoditi ini memiliki nama khas di masing-masing daerah. Misalnya, di Minahasa bawang merah memiliki nama khas daerah, yaitu lasuna makamu, lasuna radang, lasuna raidang, lasuna mahandong, dan jantuna mopura. Lain lagi di Pulau Buru , bawang merah disebut kosai mina. Di Jawa Barat disebut,bawang beureum. di Jawa bawang merah dengan sebutan brambang. Di Bali disebut jasun bang, jasun mirah. Dikalangan ilmuwan, bawang merah ini diberi nama Allium cepa var.ascalonicum. Biasanya cukup dengan sebutan Allium ascalonicum. Dikalangan internasional bawang merah disebut shallot. Ditinjau dari kandungan gizinya bawang merah bukanlah merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamain , atau mineral. Namun, komponen-komponen tersebut ada didalam bawang merah walaupun dalam jumlah yang sedikit. Komponen lainnya, minyak asiri, juga terkandung di dalam ummbi bawang merah. Adanya kandungan minyak a tsiri dapat menimbulkan aroma yang khas dan memberikan cita rasa yang gurih serta mengundang selera. Sebenarnya, disamping memberikan cita rasa, kandungan minyak asiri juga berfungsi sebagai pengawet karena bersifat bakterisida dan funngisida untuk bakteri dan cendawan tertentu. Bawang merah masuk dalam famili( keluarga ) Liliaceae. Famili ini mempunyai ciri berumbi lapis, berakar serabut dan bentuk daun silindris. Umbi daun bawang merah berasal dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang-batang semu serta berubah bentuk dan fungsinya. Tanaman ini merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 15 sd 50 cm dan membentuk rumpun. Akar serabutnya tidak panjang, sehingga tanaman bawang merah tidak tahan kering. Bentuk daun bawang merah bulat kecil dan memanjang seperti pipa, tetapi ada juga yang membentuk setengah lingkaran pada penampang melintang daun. Bagian ujung daun meruncing, sedangkan pada bagian bawahnya melebar . Bagian pangkal umbi membentuk cakram yang merupakan batang pokok yang tidak sempurna. Dari bagian bawah cakram tumbuh akar-akar serabut. DI bagian atas cakram , yakni diantara lapisan daun yang melebar terdapat mata tunas yang dapat tumbuuh menjadi tanaman baru. Tunas ini dinamakan tunas lateral. Di bagian tengah cakram terdapat mata tunas utama( inti tunas) yang kelak akan tumbuh bunga Tunas pada bagian ini dinamakan tunas apikal. Dalam kondisi lingkungan yang sesuai, pada tunas apikal kelak dapat tumbuh bakal bunga (primordial bunga). Beberapa varitas bawang merah yang banyak ditanam petani antara lain : 1) Bima brebes, varitas lokal asal Brebes in sudah bisa dipanen pada umur 60 hari setelah tanam. Jumlah produksinyatergolong tinggi, yakni mencapai 10 ton /ha. Varitas ini resisten terhadap penyakit busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk daun. 2) Ampenan, varitas ini berasal dari daerah Ampenan Bali. Umbinya bisa dipanen pada umur 70 hari setelah tanam. Varitas ampenan resisten terhadap penyakit busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. 3) Maja cipanas, varitas ini merupakan varitas lokal asal Cipanas Cianjur. Umur panennya 60 hari setelah tanam dengan produksi bisa mencapai 11 ton /ha umbi kering. Susut bobot umbi keringtergolong besar yakni 25 % dari bobot panen basah. Maja cipanas cukup resisten terhadap penyakit busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun.4) Sumenep, Varitas lokal asal Sumenep Madura ini bisa dipanen pada umur 70 hari setelah tanam. Umbi varitas ini tidak tahan disimpan lama dan lebih peka terhadap penyyakit busuk umbi. Bawang ini banyak diolah menjadi bawang goreng karena hasilnya mempunyai kualitas baik, tahan kering dan aromanya sangat digemari. 5) Keling, Varitas lokal ini berasal dari Majalengka. Umbinya baru bisa dipanen pada umur 70 hari setelah tanam. Pertumbuhan varitas keling akan lebih baik bila ditanam di dataran rendah. Varitas ini cukup resisten terhadap penyakit busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. Sumardi Sumber : Badan Litbang Pertanian 2014