Zat pengatur tumbuh dalam budiaya pertanian berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman bagi kelangsungan hidupnya. Tanpa adanya zat pengatur tumbuh berarti tidak ada pertumbuhan. Zat pengatur tumbuh pada tanaman (plant regulator) didefinisikan sebagai senyawa organik bukan hara (nutrient), yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung (promote), menghambat (inhibitor), dan mengubah proses fisiologi tumbuhan.Zat pengatur tumbuh disebut juga dengan hormon tumbuh (plant hormone). Zat pengatur tumbuh didefinisikan sebagai zat organik yang dihasilkan oleh tanaman dan dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis. a. AuksinAuksin adalah hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman (plant growth and development). Auksin dapat menaikkan tekanan osmosis, meningkatkan permeabilitas sel terhadap air, mengurangi tekanan di dindingsel, meningkatkan sintesis protein, meningkatkan plastisitas, dan pengembangan dinding sel. Kesemuanya ini merupakan penunjang dalam perkembangan tanaman.Auksin dapat mempercepat pembentukan dan perpanjangan batang serta daun.Auksin juga berperan dalam perpanjangandan pertumbuhan awal akar. Sementara itu, IAA berguna dalam peningkatan jumlah akar serabut. Indole acetic acid berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar pada stek tanaman dan sering digunakan dalam pembibitan tanaman dengan stek. Selain itu, IAA juga berfungsi untuk mempercepat perkembangan ukuran buah dan pertumbuhan kuncup baru. Dengan pemberian hormon ini pertumbuhan anggur, stroberi, dan jeruk lebih cepat 60 hari dibandingkan dengan fase normalnya (120 hari). b. Giberelin(GA3)Giberelin adalah senyawa aktif yang yang diambil dari jamur gibberella fujikuroi tersebut. Isolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi jika disemprotkan ke tanaman lain akan membantu proses pertumbuhan. Giberelin ditemukan bersamaan dengan IAA. Pada saat ini telah diketahui giberelin juga terdapat pada tanaman angiospermae, gimnospermae, paku-pakuan, lumut dan beberapa jenis ganggang dan bakteri.Berikut ini beberapa fungsi atau manfaat giberelin:1. Mengatasi Genetic Dwarfism (Kekerdilan Akibat Mutasi)..2. Membuat Buah Tanpa Biji.3. Mempercepat Proses Pertumbuhan4. Mempercepat Proses Pembungaan.5. Meningkatkan Produktifitas Tanaman .c. Sitokinin (Zeatin)Sitokinin adalah salah satu zat pengatur tumbuh yang ditemukan pada tanaman. Sitokinin pertama ditemukan dalam kultur jaringan batang tembakau yang ditumbuhkan pada medium sintetis. Kemudian sitokinin juga ditemukan dalam air kelapa dan endosperma cair jagung (Zea Mays) nama lain dari sitokinin adalah zeatin.Sitokinin berfungsi untuk memacu pembelahan sel (cell division) dan pembentukan organ. Sitokinin dapat menunda penuaan berbagai jenis tanaman, sehingga bisa digunakan untuk memperpanjang umur panen tanaman. Pada daun-daunyang tua dan menguning, sitokinin menyebabkan daun menjadi hijau kembali.Dalam struktur reproduksi, sitokinin berfungsi untuk mempertahankan hidup tumbuhan dengan memacu pergerakan gula, asam amino, dan berbagai hara dari daun dewasa menuju bunga dan buah. Penambahan sitokinin dapat meningkatkan daya simpannya. Sitokinin juga dapat memacu sel-sel muda untuk meningkatkan daya tampung mineral yang diangkut oleh floem dan memacu perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil. Sitokinin juga berfungsi untuk memacu pembesaran sel kotiledon dan daun tumbuhan dikotil. Kotiledon ini akan menjadi organ fotosintesis yang bagus. Fungsi sitokinin yang penting adalahmemacu perkembangan etioplas menjadi kloroplas dan meningkatkan laju pembentukan klorofil. Akibatnya, laju fotosintesis akan meningkat. Sama halnya dengan giberelin dan auksin, sitokinin juga telah beredar di pasaran secara komersial. Salah satu jenisnya adalah benziladenin.Bersama dengan auksin, sitokinin berfungsi dalam pertumbuhan sel meristem dan mempengaruhi perkembangan kuncup, batang dan daun. Perpaduan antara sitokinin dan IAA dapat mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tumor mahkota pada tanaman dikotil dan gimnospermae.Di alam, semua hormon tersebut ditemukan tidak menyendiri, tetapi bekerja bersama dengan hormon lain. Hal ini merupakan sifat dari unsur yang berinteraksi satu dengan lainnya, sehingga merupakan satu system. Zat pengatur tumbuh auksin (IAA), giberelin dan sitokinin (zeatin) tidak bekerja sendiri. Ketiga hormon tersebut bekerja secara berinteraksi. Dengan interaksi ketiga hormon ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman yang seimbang sesuai dengan yang diharapkan. ZAMRY FAHRIZAL, SP-Admin Cybex Kab. Pamekasan