Loading...

ZEOLIT DAN EFISIENSI PEMUPUKAN

ZEOLIT DAN  EFISIENSI PEMUPUKAN
EFISIENSI PEMUPUKAN Efisiensi merupakan hal yang sangat penting dibidang usaha tani terutama yang menyangkut biaya produksi. Efisiensi dapat diartikan sebagai upaya mengurangi biaya produksi tanpa mengurangi hasilnya sehingga pendapatan riil meningkat. Selama ini yang terjadi adalah biaya produksi terus meningkat untuk mengimbangi penerapan teknologi, sementara hasil produksi tidak meningkat, atau meningkat namun tidak mampu mengimbangi biaya tambahan, akibatnya pendapatan riil menurun. Penggunaan teknologi pemupukan berimbang guna mempertahankan produktivitas memerlukan tambahan biaya baik tenaga kerja maupun pembelian pupuknya, apalagi harga pupuk cukup mahal dan langka saat dibutuhkan. Penggunaan pupuk buatan yang terus meningkat tanpa diimbangi konservasi tanah, bukan hanya menambah beban biaya hingga tidak efisien lagi, tetapi juga merusak sumberdaya lahan, semakin lama mengalami degradasi sehingga daya dukungnya semakin menurun. Kerusakan tanah di areal intensifikasi sebagian besar disebabkan oleh penggunaan pupuk buatan (anorganik) dan bahan kimia sintetis lain yang penggunaannya berlebihan. Kerusakan ini berupa pemadatan struktur tanah (tanah menjadi keras) akibat reaksi tanah yang semakin asam, bahan organik dan hara mikro terkuras serta jasad renik pupulasinya menurun dan tak mampu lagi mngurai bahan-bahan yang berguna bagi tanah dan tanaman. Efisiensi pemupukan saat ini berdasarkan hasil analisis tanah dan tanaman adalah berkisar 29 – 45 % untuk nitrogen (N), 10 – 20 % untuk fosfat (P) dan 30 – 40 % untuk kalium (K). Berdasarkan sifat hara tersebut diatas sebagian besar unsur N hilang menguap, sedangkan P dan K terikat oleh lapisan liat tanah menjadi bentuk tidak tersedia. Dengan demikian sebenarnya unsur P dan K masih dapat ditambang lagi dari dalam ikatan tanah dengan penggunaan ion exchanger berupa zeolit. Penggunaan zeolit dalam pemupukan N, P dan K di daerah intensifikasi dapat menghemat penggunaan pupuk urea, SP-36 dan KCl karena zeolit dapat melindungi ammonium dan nitrat yang berasal dari urea, sementara P dan K yang sudah tinggi dalam tanah dapat ditambang / dikeluarkan lagi menjadi bentuk tersedia bagi tanaman, dengan kata lain penggunaan pupuk Urea, SP-36 dan KCl dapat dikurangi dosisnya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Bila ini terjadi akan mengurangi biaya pemupukan dan dalam jangka panjang tanah akan menjadi sehat kembali, produktivitas bisa meningkat dalam waktu yang relatif lebih lama.PEMANFAATAN DAN PENGARUH ZEOLIT PADA TANAH Zeolit diaplikasikan dalam bentuk tepung atau granul dengan cara pemanfaatan sebagai soil conditioning yang dapat memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah serta sebagai Fertilizer adaptive berupa substitusi dan suplemen hara. Substitusi dapat diartikan dengan mengurangi pemakaian pupuk dan diganti sebagian dengan zeolit dalam kadar yang sama dan diharapkan produksi naik sekitar 3 – 5 %, sedangkan suplemen berupa tambahan hara dengan harapan produksi naik sekitar 20 %. Zeolit digunakan pada berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan sepanjang tanaman tersebut membutuhkan pemupukan NPK. Cara pencampurannya adalah Zeolit + pupuk (Urea/SP-36/KCl) diaduk dan diinapkan 6 – 12 jam agar terjadi pertukaran ion dan adsorpsi sehingga dapat diaplikasikan. Adapun pengaruh zeolit terhadap sifat-sifat tanah dan pupuk adalah : 1. Menambah kemampuan menyerap unsur hara2. Mencegah kehilangan NH4+ menjadi NO3- antara 30 % sampai 40 %3.Selektive preference terhadap K+, bila saluran dan ruang telah penuh terisi K+, maka akan terlepas secara slow release. 4. Dapat meningkatkan ketersediaan fosfat tanah5. Mengendalikan pelepasan hara mikro seperti Fe, Mn, Zn, Cu, Co, dari pupuk.6. Menjerat logam berat seperti Cd, Pb, Cu, Hg, dan Zn agar tidak ikut dalam proses makanan.7. Memperbaiki sifat fisik tanah yang berdampak juga bisa memperbaiki sifat kimia dan biologi. Sumber : BPTP Jawa Barat, Lembang Bandung Barat Penyunting : 1. Hj. Maemunah, SP. (PP BPP Karangampel) 2. Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten)