Dalam upaya meningkatkan pembangunan ketahanan pangan, memberdayakan dan mengoptimalkan sumber daya sector pertanian khususnya tanaman pangan dan perkedelaian merupakan solusi pemberdayaan ekonomi rakyat yang tepat dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Upaya menjadikan komediti kedelai sebagai sector pertanian riil untuk membangun ekonomi rakyat dengan implementasi program teknologi untuk swasembada pangan merupakan pilihan yang tepat bagi Indonesia sebagai Negara agraris yang sedang berkembang.Kedelai, oleh sebagian besar rakyat Indonesia digunakan untuk pangan tradisional seperti tahu, tempe, susu kedelai, kecap, taoco, dll. Kedelai banyak digunakan pila sebagai bahan baku untuk industry pangan modern seperti supplement bubur bayi dan minyak goreng dan juga industry pakan ternak.oleh karena itu kedelai sebagai sumber protein rakyat yang murah harus dapat disediakan secara lokalagar aman dari kekhawatiran cemaran dampak rekayasa genetik.Menyelamatkan dari krisi gizi berarti protein dan pangan ini harus tersedia dan terjangkau sampai daerah. Seharusnyalah dalam rangka otonomi daerah program pangan kedelai ini menjadi serius bagi ketahanan dan keamanan pangan untuk membangun kualitas SDM daerah melalui kecukupan pangan yang berbasis pada ketahanan pangan rakyat.Dalam budidaya tanaman kedelai pemilihan benih sangat menentukan kepada hasil, benih kedelai yang ditanam sebaiknya varietas unggul dan memiliki sifat-sifat ; benih masih baru, daya tumbuh lebih dari 85%, murni dari varietas yang sehat, bersih, bebas hama dan penyakit, bebas dari kotoran, dan berproduksi tinggi.Inokulum adalah mikroorganisme atau patogen yang diinokulasikan kedalam sebuah medium/inang dimana mikroorganisme tersebut masih dalam keadaan hidup atau masih berada pada fase pertumbuhan yang sehat. Dengan arti lain bakteri yang akan di inokulasikan pada suatu kultur jaringanInokulasi adalah proses atau tahap pemindahan mikroorganisma/patogen dari sumber asalnya (inang) ke sebuah medium baru dan telah disediakan sebelumnya dengan sangat teliti dan hati-hati. Hal ini dimaksudkan untuk bisa mendapatkan biakan mikroorganisme murni yang dapat digunakan sebagai inokulan. Sebelum ditanam, benih kedelai perlu dilakukan seed treatment dengan tiga cara inokulasi rhizobium yaitu :a. Dengan menggunakan Biakan Murni (inokulasi rhizobium)Biakan murni adalah bahan berupa serbuk dari tanah gambut yang berwarna hitam, yang telah disterilkan dan merupakan sebagai media hidup sementara bakteri Rhizobium japonicum. Yang dapat hidup pada bintil akar tanaman kedelai setelah tanaman kedelai berumur diatas 2 minggu jika bakterinya aktif maka pada bintil akar akan terlihat warna merah jambu.Cara penggunaan Rhizobium bila tanaman kedelai dilahan baru dapat diinokulasi pada biji tanamn kedelai sebagai berikut : Biji kedelai dibasahi dengan air secukupnya sampai rata, campuran Rizogen dengan biji kedelai dan diaduk sampai rata dengan dosis 37,5 gram Rizogin untuk 10 kg biji kedelai.Biji kedelai yang telah dicampur rata dengan rhizobium diusahakan jangan terkena matahari secara langsung, dan sebaiknya setelah dicampur disimpan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari. Biji kedelai yang telah dicampur dusahakan segera ditanam dan tidak boleh lebih dari 6 jam, biji kedelai sudah harus habis tertanam. b. Dengan tanah bekas pertanaman kedelaiBiji kedelai dibasahi dengan air sampai rata, kemudian diaduk dengan tanah bekas tanaman kedelai yang telah disiapkan dengan perbandingan sebagai berikut : 150-200 gram tanah bekas tanaman kedelai untuk tiap 1kg benih kedelai atau 1,5-2 kg tanah bekas tanaman kedelai untuk 10 kg benih kedelai. c. Dengan bintil akar tanaman kedelaiMenyiapkan akar tanaman kedelai yang memiliki jumlah bintil akar yang banyak, kemudian bintil akar tersebut diambil dan digerus selanjutnya hasil gerusan tersebut dicampur dengan air. Selanjutnya benih kedelai direndam menggunakan larutan bintil akar yang telah digerus deangan perbandingan 1 liter larutan bintil akar (gerusan bintil akar 15 ml + 1 liter air) dengan 1 kg benih dengan waktu kurang lebih 15 Menit sebelum benih ditanam.