Di tengan keadaan yang hiruk pikuk dan padatnya bangunan tempat tinggal membuat pemandangan yang hijau nan asri khususnya di Kelurahan Butuh Kecamatan Temanggung menjadi hal yang langka dan sangat jarang kita lihat. Maka dengan adanya kegiatan dari KWT ( Kelompok Wanita Tani) yang mau memanfaatkan lahan pekarangan kegiatan penghijauan dapat dikembangkan.Dengan adanya lahan demplot bisa dimaksimalkan para ibu-ibu anggota kelompok untuk belajar budidaya tanaman dalam polybag dan pembuatan pupuk organic. Yang mana dalam penyampaianya kita ringkas sesederhana mungkin seperti dalam pembuatan pupuk. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan dan praktek dalam pembuatan pupuk organic cair dari cucian beras. Mengapa??? Karena ibu-ibu tidak lepas dari kegiatan menanak nasi dan limbah terbuang dengan begitu saja.Adapun alat yang perlu disiapkan: ember tertutup, irus.Bahan: Air cucian beras ( Leri ) 5 liter, Em4 sebanyak 5 tutup botol dan gula pasir atau tetes tebu sebanyak 5 tutup botol. Cara membuat: semua bahan dicampur di tempatkan dalam ember tertutup kemudian difermentasikan selama seminggu. Cara pengaplikasian 2 gelas aqua dicampur dengan 1 ember air bersih. Bisa disiramkan ke seluruh bagian tanaman atau dikocorkan ke akar.Untuk kita ketahui kandungan dalam air cucian beras ( leri ) banyak mengandung nutrisi antara lain ; Fosfor (P) berfungsi untuk memacu pertumbuhann akar dan pembentukan system akar baik pada benih maupun tanman muda, nutrisi lainnya zat besi yang penting dalam pembentukan hijau daun ( klorofil ). Selain itu air cucian beras (leri) juga berperan dalam pengendalian hama dan penyakit pathogen penyebab karat daun.Nah ternyata air cucian beras sangat bermanfaat kan??? Mulai sekarang tampunglah air cuciannya. InsyaAlloh bermanfaat ^-^. Oleh; Desi Ariyani ( Penyuluh Pertanian Dintanpangan Kec. Temanggung)