Loading...

Cara Panen Buah Sirsak

 Cara Panen Buah Sirsak
Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk menentukan hasil buah sirsak yang baik karena dengan mengertinya menentukan cara panen buah sirsak maka kita dapat menghasilkan buah sirsak yang berkualitas, sehingga dapat melakukan kegiatan selanjutnya yaitu pascapanen. Sirsak yang ditanam dari biji mulai berbuah setelah umur 4-5 tahun sejak tanam, sedangkan hasil okulasi atau sambung pucuk mulai berbuah pada umur 2-3 tahun. Jumlah-buah per pohon yang subur mencapai 20-30 buah. Musim berbunga yang paling banyak adalah sekitar bulan Oktober-November dan berbuah pada bulan Januari -Pebruari. Tanaman sirsak setelah beramur 8-10 tahun produksinya makin menurun, maka perlu peremajaan. Secara fisiologi, buah sirsak sudah bisa dipanen (tua) apabila jarak duri pada permukaan kulit buah telah merenggang, melebar, ujungnya tumpul, tangkai buah telah menguning, wama buah suram, bila ditepuk-tepuk seperti berongga, dan tercium bau hamm khas sirsak. Berdasarkan umurnya, buah dapat dipanen kurang lebih 2,5 bulan sejak keluarnya bunga. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik tangkai buah secara hati-hati. Pada tanaman yang tinggi, pemetikan buah menggunakan alat bantu, yaitu galah yang ujungnya diberi keranjang untuk menahan supaya buah tidak jatuh. Untuk mempercepat pematangan, buah yang telah dipanen dicuci dengan air bersih kemudian diletakkan di tempat lembap selama 3-5 hari sampai buah benar-benar matang. Berat buah sirsak Ratu atau sirsak manis berkisar 200 - 1200 gram, Buah sirsak masak memiliki daging buah yang lembek, berwarna putih, dan berserat. Sumber : Ir. Juhaedi Radi, Sirsak Budidaya dan Pemanfaatannya, Bandung, 1996