Loading...

Farmer`s Field Day (FFD) Climate-smart Agriculture (CSA) di Kabupaten Subang

 Farmer`s Field Day (FFD) Climate-smart Agriculture (CSA) di Kabupaten Subang
Hari ini, Jumat, 26 Mei 2023, telah dilaksanakan Farmer`s Field Day (FFD) Climate-smart Agriculture (CSA) di Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. FFD ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian Field Visit Tim Misi SIMURP, World Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) ke lokasi implementasi pertanian CSA di Jawa Barat. Temu Lapang Petani ini dihadiri oleh Tim Misi SIMURP dari Central Project Management Unit (CPMU) dan National Project Implementation Unit (NPIU) dari Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pertanian, serta Project Implementation Unit (PIU) Daerah dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Camat Compreng, dan Kepala Desa Jatimulya. Diawali dengan panen menggunakan Alat Mesin Combine Harvester , Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M. bersama perwakilan dari World Bank, Ijsbrand Harko de Jong, turut mengoperasikan alat mesin pertanian yang menjadi bagian dari implementasi CSA ini. Selanjutnya sambutan selamat datang disampaikan oleh Dra. Nenden Setiawati, M.Si. selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang. Ibu Nenden menyampaikan bahwa Subang merupakan Kabupaten dengan dengan banyak potensi, utamanya adalah sektor pertanian baik komoditas tanaman pangan maupun hortikultura. Tentunya, dukungan proyek SIMURP menunjang pengembangan usaha petani di Subang, khususnya padi sawah. Kemudian, Bapak Bustanul selaku Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian memberikan sambutan kepada peserta FFD terkait pentingnya metode CSA di kala iklim global yang semakin tidak menentu. Fenomena global seperti El Nino semakin mengancam produksi dari padi di Indonesia, apabila teknik budidayanya tidak adaptif terhadap perubahan iklim. Metode CSA melalui proyek SIMURP hadir sebagai solusi bagi petani untuk tetap menjaga produksi tanaman padi ketika ancaman iklim semakin nyata. Sambutan dari Pak Bustanul kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Mr. Ijsbrand Harko de Jong selaku Water Management Specialist World Bank. Mr. de Jong menyatakan, hasil diskusi beliau dengan petani memperlihatkan betapa seriusnya upaya dari Kementerian Pertanian bersama Daerah untuk mengoptimalkan dana proyek SIMURP dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi. Selain itu, pakar pengairan World Bank ini menggarisbawahi fakta bahwa dana SIMURP merupakan dana loan atau pinjaman, yang mana pelunasan dana tersebut akan dapat optimal dibayarkan oleh negara bila mana para petani tetap setia menerapkan metode CSA di lahan mereka masing-masing sehingga produksi beras tetap terjaga dan kestabilan pangan tetap terkendali. Berikutnya, Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kevin Derrian Firdaus, S.T. selaku Penyuluh Pertanian membawakan paparan terkait capaian dan kesuksesan penerapan CSA SIMURP di Provinsi Jawa Barat, khususnya lokasi panen saat ini, di Desa Jatimulya, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang. Jawa Barat yang merupakan produsen gabah tertinggi kedua Nasional di Indonesia tentu tidak luput dari dukungan Kabupaten Subang sebagai daerah dengan luasan padi sawah ketiga tertinggi di Jawa Barat. Dengan menawarkan konsep pertanian berkelanjutan berisikan (1) Metode CSA, (2) Optimalisasi Alsintan, dan (3) Penyediaan Pasar, Jawa Barat telah berhasil membentuk replika model tersebut di Kelompok Tani Mukti, Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Keberhasilan penerapan pengairan berselang dan pemupukan bahan organik in-situ, dibarengi dengan penggunaan Combine Harverster pada lahan yang menanam varietas ketan bernilai ekonomi tinggi adalah cerminan kesuksesan penerapan konsep pertanian berkelanjutan tersebut. Tentunya, dengan besarnya manfaat yang dirasakan petani, proyek SIMURP sangat krusial dalam mengubah pola pikir petani terhadap pertanian berkelanjutan. Dengan dukungan proyek SIMURP, Provinsi Jawa Barat akan menjadi pemerintah penggagas konsep pertanian berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan nasional. Jabar Juara! Red: Kevin Derrian Firdaus (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)