Loading...

Koordinasi dalam Rangka Penyusunan Programa Penyuluhan Tahun 2013 di Kab. Bantul

 Koordinasi dalam Rangka Penyusunan Programa Penyuluhan Tahun 2013 di Kab. Bantul
Dipimpin oleh Kasubid. Programa Penyuluhan dan IT BKP3, Ir. Imawan Eko H., MP. serta Koordinator Penyuluh Kabupaten, Sugeng Prayitno, SP., MSc., pada Senin (05/11), telah dilaksanakan rapat koordinasi dalam rangka Penyusunan Programa Penyuluhan Tahun 2013. Hadir dalam rapat tersebut Penyuluh Ahli Kabupaten, Penyuluh Koordinator dari 17 BPP, perwakilan dinas dan instansi terkait, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Ketua Asosiasi Pengusaha Pangan Lokal (APPL), Ketua Koperasi "AMBOY" dan Sekretaris Koperasi "BSM". Disampaikan bahwa untuk Penyusunan Programa di BKP3 telah disusun Standar Operasional Prosedurnya (SOP). Presentasi konsep Programa oleh nara sumber dari Penyuluh Kabupaten menyoroti tentang sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dari aspek teknis, sosial dan ekonomi. Beberapa hal yang menonjol antara lain : 1. Adanya upaya untuk mendukung program Pendampingan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) 2. Perlunya usaha peningkatan kualitas hasil kedelai dan kacang tanah 3. Pada hortikultura tentang tanaman bawang merah dan cabai merah serta pengembangan tanaman pisang 4. Dalam sub sektor perkebunan perlu diperhatikan pemeliharaan tanaman kelapa 5. Untuk peternakan dalam hal pembibitan ternak 6. Tentang perikanan, adanya perhatian pada kegiatan ikan tangkap dan ikan budidaya 7. Pada sub sektor kehutanan yaitu pengembangan pemulihan lebah madu serta peningkatan pelestarian lingkungan dengan tanaman penghijauan Telah dilakukan pula sinkronisasi data dan kebijakan yang kemudian dikonsultasikan dengan dinas terkait sehingga diharapkan pada akhir November sudah bisa disahkan. Terpaut faktor sosial dibicarakan bagaimana mengkoordinasikan agar tidak terjadi benturan antara tempat ternak (kandang kelompok) dengan tempat pemukiman manusia. Juga kesadaran petani dalam penebangan tanaman atau pohon dan mengganti dengan tanaman baru. Adanya pengupayaan peningkatan minat kaum muda untuk lebih menggemari bidang pertanian melalui usaha-usaha rekreatif tapi produktif misalnya lewat pelatihan desain kerajinan rumah tangga dari bahan hasil-hasil hutan, pelatihan agribisnis dalam hal pasca panen dan pemasaran. Isu lain yang menarik adalah semakin berkurangnya kelompok-kelompok penanam padi karena pengaruh usia lanjut sehingga perlu dipikirkan tentang mekanisasi pertanian khususnya dalam penggunaan transplanter (alat penanam). Peserta mengikuti jalannya rapat koordinasi selama lebih kurang 3 jam tersebut dengan serius.