Loading...

Petani Pinrang Ciptakan Perangkap Tikus Strum Sinyal Kedipan Lampu

 Petani Pinrang Ciptakan Perangkap Tikus Strum Sinyal Kedipan Lampu
Tikus salah satu hewan pengerat yang menjadi musuh utama petani padi sejak dahulu hingga kini. Jika hama ini datang menyerang maka bisa menyebabkan gagal panen karena tikus dapat menyerang tanaman padi sejak tanam hingga jelang panen. Barbagai macam cara dilakukan petani untuk memusnahkan hama ini namun belum berhasil. Setiap kali musim tanam padi hama tikus selalu muncul, namun petani tidak kehabisan akal mencari cara baru untuk menanggulanginya. Muh. Nasir Bambu ketua kelompok tani Sibetae desa Samaulue kecamatan Lanrisang berhasil menemukan cara jitu mengurangi tingkat serangan tikus di hamparan sawah kelompoknya. Dari 76 ha tanaman padi miliki 80 orang anggota kelompoknya bisa terhindar dari serangan tikus musim tanam ini sehingga diharap mampu meningkatkan produksi dari 4,7 ton menjadi 8 ton/ha GKP. Sebuah alat penyetrum yang dirakit Nasir bersama anggotanya mampu memusnahkan sekitar 300 ekor tikus setiap malam. Alat tersebut mulai ditemukan dan langsung dioperasikan pada pertengahan Pebruari 2012. Setelah tersebar kabar alat strum tikus yang dipasang di sekeliling tanaman padi epektif membasmi hama tikus maka petani di daerah itu mulai datang belajar dan mengoperasikan alat itu di hamparan sawah mereka dan hasilnya mampu membunuh 3.500 ekor tikus selama sepekan dari 14 unit alat perangkap yang dioperasikan. Penemuan Nasir itu terinspirasi dari alat kontak (strum) yang digunakan petani ladang dalam mengusir babi hutan yang menjadi hama tanaman perkebunan di sekitar kawasan hutan. " Mengapa babi hutan bisa distrum sedangkan tikus binatang kecil yang mudah diakali dengan kejutan listrik," kata Nasir. Menurut Nasir komponen alat strum tersebut tidak beda jauh dari alat strum yang digunakan untuk mengusir babi hutan. Alat strum perangkap hama tikus yang komponen utamanya terdiri dari aki mobil kekuatan 40-60 ampere sebagai sumber tegangan listrik, adaptor 2-3 ampere sebagai penampung dan pengatur tegangan, kawat baja ukuran sebesar lidi sebagai penghantar tegangan listrik, kabel, bola lampu 5 watt dan peralatan instalasi listrik lainnya. Dijelaskan Nasir tentang cara kerja peralatan itu pertama-tama kawat baja terbuka sebagai penghantar aliran listrik dipasang atau dibentang tunggal di sekiling tanaman padi dengan jarak sekitar 5-10 cm dari tanaman padi dan 10 cm dari permukaan tanah. Sedangkan sumber tegangan listrik berasal dari aki mobil bertegangan rendah melalui adaptor yang diktempatkan di salah satu sudut sawah. Adaptor yang dirakit sedemikian rupa sehingga hanya mengeluarkan tegangan tunggal (+ saja). Dari Adaptor tegangan listrik dihubungkan dengan kabel tunggal ke kawat baja. Sedangkan satu kabel tunggal dari adaptor dihubungkan dengan sebuah elemen atau potongan kawat beton sepanjang 75 cm yang ditancap di tanah sawah. Tikus yang kesetrum di kawat baja itu akan memberi sinyal berupa kedipan nyala lampu di adaptor. "Tikus dari luar masuk ke hamparan tanaman padi akan melewati kawat baja jika tersentuh akan kesetrum dan beberapa detik langsung mati. Tapi jika masih bisa lolos masuk maka sekembalinya pasti tersangkut di kawat beraliran listrik itu," kata Nasir. Sejak dioperasikan alat perangkap tikus setiap malam menjadi tontonan bagi warga sekitar. Sebab setiap ada tikus yang nyangkut di kawat terpental dan lampu sinyal berkedip " Jika lampunya menyala terus berarti tikus yang terperangkap menempel terus di kawat sehingga kita melepas tikus dengan potongan kayu," kata Nasir. Pengoperasian alat tersebut tidak sepanjang malam tergantung dari banyaknya tikus menyerang. Karena ada waktu tertentu tikus bergerombol keluar dari persembunyian. Waktu yang paling banyak tikus keluar dari sarang antara jam 18.00 sampai jam 23.00 dan aktif kembali mulai pukul 4 subuh hingga jam 6 pagi. Kelemahan dari alat ini antara lain tidak epektif dioperasikan pada musim hujan karena lebih boros penggunaan energi listrik sehingga setiap hari aki harus dicash. Setiap unit alat yang terdiri dari aki dan adaptor bisa melayani 1-5 ha tanaman padi. Namun Nasir menyarankan agar setiap bentangan kawat baja dibolehkan menggunakan satu adaptor untuk menghindari tabrakan arus listrik. Alat perangkap tikus cara strum lebih praktis dioperasikan dan murah biayanya dibanding perangkap tikus yang ada sebelumnya di Pinrang. Pengoperasiannya pun tergantung dari tingkat serangan tikus. Untuk setiap hamparan kelompok dengan luas sawah sampai 5 ha bisa menggunakan 1 unit dengan biaya sekitar Rp.2 juta terdiri dari kawat baja 4 kg atau tergantung dari luasan areal, adaptor, aki dan peralatan cash 1 unit, perlengkapan lain seperti senter, sepatu boat, baju plastik dan kaos tangan untuk keamanan kerja. Pengadaan, pengoperasian dan pemeliharaan alat bisa dilakukan berkelompok. Jika setiap kelompok tani memiliki 1-5 unit peralatan ini maka setiap musim tanam hama tikus tidak lagi menjadi musuh utama petani padi dalam satu kawasan atau kelompok.(Abdul Salam Atjo)