BUDIDAYA BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO MELIPUTI
1. Persiapan lahan dataran tinggi/medium
2. Penanaman umbi atau biji
3. Pemupukan susulan (pupuk organik dan anorganik
4. Irigasi teratur (terutama musim kemarau).
5. Serta perawatan rutin seperti penyulaman, panyiraman, dan pengendalian hama dengan penyemprotan fungisida
6. Panen sekitar 55-70 hari, menghasilkan umbi besar berwarna merah cerah dengan hasil potensial tinggi, cocok untuk tanam campuran (mixcropping)
KEUNGGULAN DAN POTENSI
Hasil panen tinggi, bisa mencapai 18.5 ton umbi kering/hektar atau Lebih dengan teknologi tepat.
Varietas irit biaya karena penyemprotan lebih sedikit dibanding varietas lain.
Cocok untuk mixcropping, meningkatkan efisiensi lahan dan mengurangi risiko kerugian
KARAKTERISTIK BAWANG MERAH BATU IJO
Asal: Baru, Malang
Dataran: Cocok di dataran tinggi hingga medium (50 1000 mdpl)
Tinggi Tanaman: 45-60 cm.
Jumlah Anakan: 2-6 umbi per rumpun.
Umur Panen: 55-60 hari (dataran rendah)/65-70 hari(dataran tinggi).
Umbi: Besar, bulet, warna merah muda, berat 15-25 gram/umbi
Keunggulan: Umbi besar, penampilan kekar, tekstur keras, aroma kuat, warna cerah, tahan simpan.
BUDIDAYA BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO MELIPUTI
1. Persiapan lahan dataran tinggi/medium
2. Penanaman umbi atau biji
3. Pemupukan susulan (pupuk organik dan anorganik
4. Irigasi teratur (terutama musim kemarau).
5. Serta perawatan rutin seperti penyulaman, panyiraman, dan pengendalian hama dengan penyemprotan fungisida
6. Panen sekitar 55-70 hari, menghasilkan umbi besar berwarna merah cerah dengan hasil potensial tinggi, cocok untuk tanam campuran (mixcropping)
KEUNGGULAN DAN POTENSI
Hasil panen tinggi, bisa mencapai 18.5 ton umbi kering/hektar atau Lebih dengan teknologi tepat.
Varietas irit biaya karena penyemprotan lebih sedikit dibanding varietas lain.
Cocok untuk mixcropping, meningkatkan efisiensi lahan dan mengurangi risiko kerugian
Tahapan Budidaya
1. Persiapan Lahan: Olah tanah, buat bedengan, Bisa pakal mulsa plastik [umbi lebih merah) atau tanpa mulsa (untuk mixcrapping dengan sawi, jaha, dll).
2. Pemberian dolomit & kompos pada bedengan
sebelum bedengan ditutupi mulsa
3. Penanaman: Tanam umbi atau bibit.
Panyulaman dilakukan 1-2 minggu setelah
tanam jika ada yang mati, yang m Penyiraman: Kebutuhan air harus cukup.
Saat musim kemarau, penyiraman manual dibutuhkan setiap hari jika tidak hujan. 5. Pemupukan:
Susulan 1: 3-4 minggu setelah tanam. Susulan it 1,5-2 bulan setelah tanam. Kombinasi pupuk organik (kompos) dan anorganik
(NPK) serta pupuk daun sangat dianjurkan.
Perawatan
1. Penyulaman/penyisipan bibit.
2. Penyemprotan fungisida (misal: antracol) dan pupuk perangsang akar (misal: more than) sejak minggu pertama.
3. Gunakan fungisida khusus pembentuk umbi (kali netral) dan pembesar umbi (altar) untuk warna dan daya simpan.
4. Panen: Saat batang mulai lemas (80% layu). Lakukan pagi hari saat cuaca cerah dan tanah kering. Cabut perlahan, jemur sebentar, lalu sortasi