Loading...

Pemupukan Tanaman Jagung

Pemupukan Tanaman Jagung

PEMUPUKAN BERIMBANG PADA TANAMAN JAGUNG

 

CARA PEMUPUKAN

Pemupukan tanaman jagung dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pupuk dasar diberikan saat awal tanam, pupuk susulan pertama diberikan saal tanaman berumur 28-30 hari setelah taru tanam (HST), dan pupuk susulan kedus diberikan saat tanaman berumur 45-50 HST. Dosis pemupukan pertama 50% urea dan 60% NPK, pemupukan kedua 25% urea dan 30% NPK, dan pemupukan ketiga 25% urea den 20% NPK

Pelaksanaan pemupukan pertama dilakukan dengan cara ditugal, jarak antara pupuk dan tanaman adalah 5 cm. Setelah pupuk dimasukkan dalam lubang tugal kemudian ditutup untuk menghindari penguapan. Pelaksanaan pemupukan kedua dilakukan dengan cara ditabur permukaan tanam dengan jarak 10 cm dari patang tanaman, kemudian dilaksanakan pembubunan Pelaksanaan pembubunan berfungsi untuk menutup pupuk dan yang nantinya menopang berding batang tanaman jagung Pelaksanaan pemupukan ketiga sama dengan cara pemupukan kedua.

 

PEMUPUKAN JAGUNG

Pupuk merupakan salah satu faktor produksi penting selain benih, lahan, tenaga kerja dan modal. Pemupukan berimbang mempengaruhi peningkatan hasil tanaman jagung. Penggunaan pupuk sesuai anjuran akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta ramah lingkungan. Pemupukan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian jenis dan dosis pupuk yang diaplikasikan tidak dapat disama-ratakan tetapi harus spesifik I okasi, disebabkan:

a. Tanah mempunyai kemampuan menyediakan karena sifat-sifat tanah yang berbeda antara lain pH tanah, kadar bahan organik, sifat dan jenis mineral-mineral tanah,

b. Varietas tanaman memerlukan jumlah dan hara yang berbeda, banyaknya hara yang terangkut panenpun berbeda, dan lokasi/unit usahatani mempunyai sejarah pengelolaan yang berbeda baik dari segi pengelolaan hara, tanah dan airnya. Faktor-faktor seperti, pencucian, run off sangat mempengaruhi keseimbangan hara dalam tanah.

 

MANFAAT PUPUK

Peningkatan produksi dan mutu hasil pertanian memerlukan zat hara dalam jumlah banyak, diantaranya N (Nitrogen), P (Phospor), K (Kalsium), dan Sulfur (S) sebagai unsur hara makro. Unsur hara mikro seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) serta unsur Zn (Seng) dan tembaga (Cu), dan besi (Fe).

Unsur hara tersebut harus tersedia dalam jumlah cukup agar pertumbuhan tanaman sehat dan produktifitas tinggi. Kekurangan salah satu zat hara tersebut dapat menurunkan hasil dan kualitas jagung. Oleh karena itu, pemupukan harus dilakukan secara berimbang baik jenis, dosis sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jumlah zat-zat hara yang tersedia di dalam tanah (tingkat kesuburan tanah).

 

REKOMENDASI PEMUPUKAN JAGUNG

Acuan rekomendasi pemupukan untuk tanaman jagung mengacu pada Permentan No.40 /Permentan/OT.140 14/2007 dengan memasukkan data terbaru tentang: (a) status hara P dan K tanah sawah, (b) tingkat produktivitas padi sawah tingkat kecamatan,

(c) seluruh kecamatan yang ada sebagai akibat dari pemekaran dan

(d) menambahkan dosis rekomendasi untuk padi jagung dan kedelai dengan menggunakan pupuk NPK yang telah direformulasi yaitu NPK 15-10-12