Di era sekarang ini, dengan tangan kreatif hal biasa dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi. Memberikan nilai manfaat dan akhirnya dapat menghasilkan uang. Maka tidak heran ketika para milenial sebagai ikon dari generasi kreatif disibukkan dengan mencari berbagai ide kreatif untuk ikut serta dalam arus usaha perkembangan zaman dan teknologi. Salah satunya dengan terjun pada dunia pertanian.Pertanian saat ini tidak terbatas dengan ruang lingkup sawah, cangkul dan kotor. Adanya teknologi memungkinkan kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan lebih modern. Pertanian modern inilah yang menarik bagi kalangan milenial. Sentuhan teknologi selain dapat memberikan hasil yang lebih optimal, juga memberikan kemudahan operasional dan nilai tersendiri bagi pengelolanya. Salahsatu teknologi dalam lingkup pertanian adalah hidroponik dan aquaponik.Keberadaan teknologi hidroponik dan aquaponik dapat menjadi salahsatu solusi terhadap salah satu permasalahan klasik pertanian yaitu keterbatasan lahan. Disisi lain, dengan adanya sentuhan teknologi ini dapat menjadi acuan salahsatu hobi bertani berbasis perkotaan yang menawarkan kemudahan dan kemajuan. Dengan kata lain, adanya teknologi hidroponik dan aquaponik dapat menjadi solusi kegiatan bertani secara modern yang cocok untuk kalangan milenial dengan basis daerah perkotaan.Akan tetapi manakah yang lebih cocok, Hidroponik atau Aquaponik?Untuk mejawab pertanyaan itu alangkah baiknya mengetahui perbedaan diantara keduanya. Berikut 7 hal perbedaan Hidroponik VS Aquaponik yang dapat menjadi pertimbangan memilih diantara keduanya;Dilihat Berdasarkan Metode Yang DigunakanHidroponik adalah metode bercocok tanam menggunakan air sebagai media tanam pengganti tanah. Aquaponik adalah perpaduan antara aquaculture (budidaya ikan) dengan hidroponik secara terintegrasiHidroponik berfokus pada metode hidroculture sedangkan aquaponik menggabungkan hidroculture dengan aquaculture. Dalam kalimat yang lebih sederhana hidroponik menekankan pada penggunaan air sebagai media tanam sedangkan aquaponik menakankan pada kolaborasi kegiatan pertanian dengan perikanan.Sumber Asupan Nutrisi Yang DibutuhkanKegiatan bercocok tanam secara hidroponik membutuhkan suplemen buatan yang berasal dari luar sistem. Petani membutuhkan nutrisi dari suplemen tersebut untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tertentu dan diberikan secara terpisah melalui media air. Maka tidak heran ketika terdapat tagline yang menyebutkan “Hidup Matinya Tanaman Pada Kegiatan Hidroponik Tergantung Dari Asupan Suplemen”.Keberadaan hidroponik yang mengacu pada suplemen yang diberikan memberikan dampak positif berupa jaminan optimasi pertumbuhan pada tanaman yang dibudidayakan. Dengan memberikan nutrisi yang tinggi, produk maksimal dapat tercapai dengan waktu yang singkat. Pemberian nutrisi dapat terkontrol seluruhnya dan diseseuaikan dengan kebutuhan tanaman seperti pada saat tanaman pertama kali tumbuh, atau memasuki masa dewasa dan panen. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman.Pada sistem aquaponik, nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman diperoleh dari proses penguraian kotoran ikan. Kotoran yang diperoleh dari limbah kegiatan budidaya ikan selanjutnya diuraikan dan diubah menjadi nutrisi tertentu melalui proses nitrifikasi dengan bantuan bakteri. Optimasi yang dijaga pada aquaponik adalah keseimbangan keberadaan ikan, pertumbuhan tanaman serta kemampuan bakteri dalam mengolah kotoran ikan untuk pertumbuhan tanaman.Kompleksitas Spesies Atau Jenis Yang DilibatkanHidroponik hanya berhubungan dengan satu spesies yaitu tanaman.Aquaponik minimal berhubungan dengan tiga spesies yaitu tanaman, ikan dan bakteri sebagai pengurai kotoran. Perbedaan jumlah spesies yang terdapat pada aquaponik menuntut sistem untuk dapat menjamin interaksi didalamnya bersifat secara mutualisme meskipun masing-masing spesies membutuhkan kebutuhan yang berbeda. Seperti setiap spesies membutuhkan pH yang berbeda untuk pertumbuhan idealnya masing-masing. Dengan demikian kompleksitas hidroponik jauh lebih sederhana dibandingkan aquaponik.“Mengganti VS Menambahkan” Kebutuhan AirSistem hidroponik memerlukan adanya penggantian air secara teratur. Hal ini terjadi karena adanya pemberian suplemen pada air hidropinik sehingga nutrisi yang terkandung dalam air akan terakumulasi. Akumulasi nutrisi yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Sedangkan sistem aquaponik dalam pemeliharaan sehari-ahri hanya memerlukan air tambahan untuk kolam budidaya ikan. Pergantian air secara keseluruhan baru dilakukan ketika terdapat penyakit pada ikan atau adanya pencemaran pada air kolam.Penanganan Hama Dan PenyakitPenanganan hama dan penyakit lebih mudah dilakukan pada kegiatan hidroponik. Hal ini karena hidroponik menuntut seluruh kegiatan dilakukan secara steril, jumlah spesies yang sedikit serta umumnya berfokus pada satu jenis tanaman. Ketika terdapat permasalahan hama dan penyakit, penanganan dapat langsung dilakukan tanpa mengindahkan keberadaan ikan atau spesies lainnya. Hal ini berbeda dengan aquaponik. Selain memperhatikan keberadaan bakteri sebagai bagian dari sistem, penanganan hama penyakit pada satu jenis misal tanaman, diupayakan untuk tidak mengganggu keberadaan ikan. Tentu tidak diharapkan penanganan tanaman namun sekaligus mencemari air kolam pada budidaya ikan.Kebutuhan pH dan TemperaturBercocok tanam dengan sistem hidroponik membutuhkan suhu di bawah 22oC dengan suhu optimal ketika air dalam kondisi hangat. Adapun rentang pH yang diperbolehkan adalah 5,5 – 6.Hal ini berbeda dengan kebutuhan sistem aquaponik. Perhatian suhu yang digunakan pada aquaponik biasanya mengacu pada kebutuhan ikan yang dibudidayakan. Adapun pH optimal yang diperbolehkan yaitu mendekatai posisi normal atau dalam rentang 6,8 – 7 .Waktu operasional dan ekonimisSistem aquaponik tidak dapat berjalan secara instan. Membutuhkan waktu beberapa bulan untuk proses nitrifikasi atau mengubah kotoran menjadi nutrisi tanaman sampai proses ini selesai. Ketika pertama kali dilakukan, budidaya ikan tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Sehingga diperlukan waktu yang lebih lama sebelum kegiatan aquaponik bias berjalan dan menghasilkan. Sedangkan pada kegiatan hidroponik kita hanya memberikan suplemen sesuai formula nutrisi yang dibutuhkan pada media air yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan tanaman.Berikut 7 perbedaan antara Hidroponik VS Aquaponik secara mendasar yang wajib diketahui oleh para petani milenial. Dengan mengetahui perbedaannya diharapkan para petani milenial tidak salah memilih dan dapat disesuaikan dengan tujuan atau arah dari usaha yang akan dijalankan. Selamat bertani, dan Jayalah Pertanian Indonesia.