Prinsip dari penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) adalah memonitor kedalaman air dengan menggunakan alat bantu berupa pipa. Penggenangan sawah akan menurun secara gradual, bila kedalaman air mencapai 15 cm di bawah permukaan tanah, lahan sawah kembali diairi sampai ketinggian sekitar 5 cm.
Pembuatan alat ukur ketinggian genangan air ;
Bahan yang perlu dipersiapkan berupa paralon berdiameter 4” (diameter 10-15 cm) dengan tebal 2mm.
Cara membuatnya ;
1. Potong paralon sepanjang 35 cm dengan gergaji besi.
2. Separuh dari tabung/paralon (20 cm) dibuat lubang- lubang dengan ukuran 5 mm dengan jarak antar lubang 2 cm sepanjang 20 cm, sisa sepanjang 15 cm tidak perlu dilubangi.
Cara aplikasi pemberian air sistem basah kering (AWD) :
- AWD dipasang sebelum/sesaat setelah tanam dan dibenamkan sedalam 20 cm. Tinggi AWD 15 cm diatas permukaan tanah
- Setelah dipasang keluarkan tanah dari dalam pipa
- Pengukuran dimulai pada 7 -10 hst pada sistem tapin dan 21 hst pada sistem tabela
- Tingkat level air dimonitor/dipantau setiap dua hari sekali dan dicatat
- Bila tinggi air dalam pipa kurang dari 5 cm, lahan sawah segera diairi
- Padi tidak perlu digenangi air setiap waktu
- Pada saat pengisian bulir tanaman padi digenangi
- Pada 7-10 hari sebelum panen sawah dikeringkan
Cara Pengamatan Alat AWD
- Pengamatan kondisi air dilakukan mulai tanam hingga 1(satu) minggu sebelum tanaman berbunga.
- Waktu pengamatan yaitu pagi hari cukup satu kali.
- Untuk mengamati perubahan tinggi air dalam selinder dibutuhkan mistar (30 cm) dan ajir bambu.
- Ajir bambu dimasukkan kedalam selinder selanjutnya diangkat dan bagian yang basah diukur dengan mistar.
- Apabila posisi air diatas permukaan tanah maka pengukuran bernilai positif dan bila berada dibawah permukaan tanah bernilai negatif.
- Waktu pemberian air dilakukan setelah air dalam selinder turun sampai 15 cm dari permukaan tanah.
- Apabila terjadi hujan dan mengakibatkan tinggi air dalam selinder lebih dari 5 cm maka dilakukan pembuangan air.