Loading...

Pemupukan Padi Sawah

Pemupukan Padi Sawah

Budidaya padi sawah merupakan sistem produksi padi yang paling umum dilakukan di Indonesia. Permintaan terhadap padi sebagai sumber pangan utama menjadikan praktik budidaya yang baik menjadi sangat penting.

Teknis Pemupukan Padi Sawah

1. Tujuan Pemupukan

Meningkatkan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan hasil gabah dengan menyediakan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

2. Jenis Pupuk yang Dibutuhkan

Padi umumnya membutuhkan tiga unsur utama:

1) Nitrogen (N)

  • Fungsi: pertumbuhan daun & anakan.
  • Contoh pupuk: Urea, ZA.

2) Fosfor (P)

  • Fungsi: perakaran, pembentukan malai.
  • Contoh pupuk: SP-36, TSP.

3) Kalium (K)

  • Fungsi: kekuatan batang, ketahanan penyakit.
  • Contoh pupuk: KCl.

Pupuk Tambahan (opsional)

  • Silika → menguatkan batang & meningkatkan ketahanan.
  • Mikro: Zn, B, Fe → bila tanah kekurangan.

3. Dosis Pemupukan Padi Sawah (Umum di Indonesia)

(Dapat disesuaikan berdasarkan hasil uji tanah)

A. Pupuk Dasar (sebelum atau saat tanam)

  • SP-36: 100–150 kg/ha
  • KCl: 50–75 kg/ha
  • Pupuk kandang/pupuk organik: 2–5 ton/ha (jika tersedia)

B. Pupuk Susulan

Susulan 1 (7–10 HST)

  • Urea: 50–75 kg/ha

Susulan 2 (25–30 HST)

  • Urea: 75–100 kg/ha
  • KCl tambahan: 25–50 kg/ha (jika tidak diberikan pada pupuk dasar)

Susulan 3 (40–45 HST sebelum primordia)

(Opsional, tergantung varietas & kondisi tanaman)

  • Urea: 25–50 kg/ha

4. Waktu Pemupukan Terbaik

Dilakukan pagi atau sore hari, ketika suhu tidak panas.
🚫 Hindari pemupukan saat sawah tergenang terlalu dalam.
Idealnya ketinggian air 2–3 cm saat pemupukan.

5. Cara Aplikasi

Pupuk Dasar

  • Taburkan merata di lahan sebelum tanam
    atau
  • Tanam padi setelah pupuk dasar ditabur.

Pupuk Susulan

  • Tabur di petakan secara merata.
  • Untuk pupuk N, bisa menggunakan metode:
    • "LSD" (Lihat, Singkir, Tebar) agar merata.
    • Sistem deep placement (briket urea) → lebih efisien.

 6. Tanda Kekurangan Hara

Kekurangan Nitrogen (N)

Daun pucat, jumlah anakan sedikit.

Kekurangan Fosfor (P)

Anakan sedikit, tanaman kerdil, daun keunguan.

Kekurangan Kalium (K)

Daun mengering di tepi, batang mudah rebah.

 7. Tips Meningkatkan Efisiensi

Gunakan pupuk organik untuk memperbaiki tanah.
Terapkan pemupukan berimbang N–P–K.
Kontrol air agar tidak tergenang terlalu dalam.
Semprot biostimulan (opsional) pada umur 15–35 HST.