Budidaya padi sawah merupakan sistem produksi padi yang paling umum dilakukan di Indonesia. Permintaan terhadap padi sebagai sumber pangan utama menjadikan praktik budidaya yang baik menjadi sangat penting.
Teknis Pemupukan Padi Sawah
1. Tujuan Pemupukan
Meningkatkan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan hasil gabah dengan menyediakan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
2. Jenis Pupuk yang Dibutuhkan
Padi umumnya membutuhkan tiga unsur utama:
1) Nitrogen (N)
2) Fosfor (P)
3) Kalium (K)
Pupuk Tambahan (opsional)
3. Dosis Pemupukan Padi Sawah (Umum di Indonesia)
(Dapat disesuaikan berdasarkan hasil uji tanah)
A. Pupuk Dasar (sebelum atau saat tanam)
B. Pupuk Susulan
Susulan 1 (7–10 HST)
Susulan 2 (25–30 HST)
Susulan 3 (40–45 HST sebelum primordia)
(Opsional, tergantung varietas & kondisi tanaman)
4. Waktu Pemupukan Terbaik
⏱ Dilakukan pagi atau sore hari, ketika suhu tidak panas.
🚫 Hindari pemupukan saat sawah tergenang terlalu dalam.
Idealnya ketinggian air 2–3 cm saat pemupukan.
5. Cara Aplikasi
Pupuk Dasar
Pupuk Susulan
6. Tanda Kekurangan Hara
Kekurangan Nitrogen (N)
Daun pucat, jumlah anakan sedikit.
Kekurangan Fosfor (P)
Anakan sedikit, tanaman kerdil, daun keunguan.
Kekurangan Kalium (K)
Daun mengering di tepi, batang mudah rebah.
7. Tips Meningkatkan Efisiensi
✔ Gunakan pupuk organik untuk memperbaiki tanah.
✔ Terapkan pemupukan berimbang N–P–K.
✔ Kontrol air agar tidak tergenang terlalu dalam.
✔ Semprot biostimulan (opsional) pada umur 15–35 HST.