Pendahuluan
Pekarangan adalah sebidang tanah yang mempunyai batas (jelas atau tidak jelas) yang terdapat disekitar rumah dan pada umumnya dikerjakan sebagai usaha sambilan. Kegiatan penanaman Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan kegiatan mengolala lahan secara optimal untuk menanam tanaman pangan, hortikultura, tanaman obat dll dengan skala rumah tangga guna memenuhi kebutuhan pangan, gizi dan ekonomi keluarga serta mendukung kelestarian lingkungan.
Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup. Sebagai lumbung hidup diharapkan menyimpan bahan pangan hasil dari halaman/pekarangan untuk cadangan pangan keluarga. Sebagai warung hidup diharapkan hasil panen dari pekarangan dapat dikonsumsi keluarga atau dijual sebagai tambahan keperluan lainnya. Sebagai apotik hidup, pekarangan yang ditanami Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bisa untuk pertolongan pertama dan menjaga kesehatan.
Manfaat pekarangan rumah untuk keluarga antara lain :
1. Pemenuhan gizi keluarga : ada beberapa tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga.
2. umbi-umbian sebagai sumber vitamin, sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak.
3. Sebagai lumbung ternak : hasil dari usaha pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya.
4. Apotik hidup : pekarangan dapat ditanami berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan.
5. Menambah penghasilan : pekarangan yang dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga karena banyak komoditas yang tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membsudidayakannya.
6. Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.
7. Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa tentram bagi orang yang melihatnya
Prinsip pemanfaatn pekarangan
√ Produktivitas dan Ekonomi: Mengolah lahan menjadi produktif untuk menghasilkan bahan pangan mandiri (sayur, buah, ternak, ikan) guna menghemat pengeluaran dapur dan menambah pendapatan.
√ Efisiensi Biaya: Memanfaatkan bahan sisa rumah tangga dan menggunakan teknik sederhana seperti vertikultur atau hidroponik untuk menekan modal awal.
√ Ramah Lingkungan (Lestari): Menerapkan prinsip organik dan tidak merusak lingkungan, seperti mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik.
√ Keberlanjutan: Dirancang agar dapat terus digunakan dan dikembangkan dalam jangka panjang.
√ Estetika (Keindahan): Menata tanaman agar pekarangan tidak hanya menghasilkan pangan tetapi juga menciptakan lingkungan yang asri, nyaman, dan sehat.
√ Kesesuaian Lingkungan: Memilih tanaman atau ternak yang sesuai dengan kondisi lahan, iklim, serta hobi dan kebutuhan keluarga.
√ Penganekaragaman (Diversifikasi): Menanam berbagai jenis tanaman (apotek hidup, sayuran, buah) untuk menjamin keberagaman gizi.
Pola dan Model Pekarangan
1. Pekarangan Konvensional. Tanaman ditanam langsung di tanah, bukan dalam pot atau sistem hidroponik, yang memungkinkan penggunaan pupuk organik secara efisien.
2. Pekarangan Vertikultur. Teknik budidaya tanaman bertingkat secara vertikal yang optimal untuk lahan sempit di perkotaan, menggunakan media tanam seperti botol bekas, paralon, atau bambu yang disusun ke atas.
3. Pekarangan Polybag/pot. Media tanam alternatif yang dapat menghemat ruang penanaman, fleksibiltas dapat digunakan semua jenis tanaman (sayuran, hias, buah)
4. Pekarangan Hidroponik Sederhana. Metode budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, tetapi memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi yang diperlukan oleh tanaman dan bahan lainnya sebagai pengganti media tanah yang mengandung unsur hara.
5. Budikamber (Budidaya Ikan Dalam Ember). Sistem akuaponik sederhana untuk menanam ikan (biasanya lele) dan sayuran (seperti kangkung) dalam satu wadah ember.
Tahapan Pemanfaatan Pekarangan
1. Perencanaan dan Persiapan (Planning & Clearing)
• Perencanaan: Menentukan jenis tanaman (sayuran, obat/TOGA, buah) sesuai kebutuhan, luasan lahan, dan paparan sinar matahari (tanaman besar di barat, kecil di timur).
• Pembersihan: Membersihkan lahan dari gulma dan sampah tanpa bahan kimia beracun agar tanah tetap produktif.
• Persiapan Media Tanam: Membuat bedengan (cangkul sedalam 20-30 cm) atau menyiapkan pot/polybag yang dicampur tanah dan pupuk kandang.
2. Penataan Lahan dan Pembibitan (Layout & Seeding)
• Tata Letak: Mengatur tata letak agar estetis dan fungsional, misalnya menggunakan teknik vertikultur (vertikal) untuk lahan sempit.
• Pembibitan: Melakukan penyemaian benih (sayuran) sebelum dipindahkan ke media tanam permanen.
• Pembangunan Sarana: Membuat bangunan tempat pembibitan jika diperlukan.
3. Penanaman (Planting)
• Memindahkan bibit yang sudah berdaun 4-6 helai ke media permanen.
• Menanam dengan metode organik menggunakan kompos atau pupuk kandang.
4. Pemeliharaan Tanaman (Maintenance)
• Penyiraman: Dilakukan teratur, terutama pagi dan sore.
• Penyiangan & Pemupukan: Membersihkan gulma dan memberikan pupuk susulan.
• Pengendalian Hama: Menggunakan pestisida nabati secara ramah lingkungan.
5. Pemanenan dan Pasca Panen (Harvesting)
• Memanen hasil tanaman dengan memotong atau mencabut, lalu membersihkannya.
• Pemanfaatan hasil untuk konsumsi mandiri (gizi keluarga) atau dipasarkan jika ada kelebihan.
Penyusum Sunarsih Saranani, S. P(BPP PURIALA)