Budidaya Bawang Merah
Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, bila dilihat dari nilai ekonominya maupun dari kandungan gizinya yang tinggi dan manfaatnya bagi kesehatan
Adapun teknologi budidaya bawang merah antara lain sebagai berikut:
Persiapan Bibit
Bawang merah ditanam dengan umbi. Syarat umbi untuk bibit adalah: Umbi berukuran sedang (berat 5-10 gram atau dengan ukuran biji 1,5-1,8 cm). Bibit berasal dari tanaman yang dipanen cukup tua (70-80 HST) dan telah disimpan 2-3 bulan sejak panen, tunasnya sudah sampai ke ujung umbi Penampilan segar, sehat (bernas, tidak keriput, tidak terserang H/P), serta berwarna cerah mengkilap Untuk 1 ha lahan dibutuhkan sekitar 1,2 ton bibit
Syarat Tumbuh
- Ketinggian tempat: 0->1000 m dpl (tergantung varietas), terbaik pada ketinggian 0-450 m dp
- Suhu rata-rata 220 C, jika suhu rendah pembentukan umbi terganggu
- Butuh sinar matahari penuh
- Kelembaban udara rendah (50-70%)
- Tanaman bawang merah peka terhadap curah hujan tinggi dan cuaca berkabut
- Menyukai tanah berstruktur gembur/ remah, struktur sedang sampai liat dengan bahan organik cukup
- Reaksi tanah tidak masam (pH 5,6-65), cukup air tapi tidak tergenang
- Waktu tanam terbaik pada musim kemarau dengan catatan air cukup tersedia
Persiapan Lahan
- Lahan diolah dengan kedalaman sekitar 20 cm
- Dibuat bedengan dengan lebar 1,2 m, tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan
- Jarak antar bedengan 40-50 cm
- 3-7 hari sebelum tanam, tanah dihaluskan dan dicampur dengan pupuk kandang sapi 10-20 juta/ha (17-34 kg per 10 m bedengan) atau kotoran ayam 6- 10 ton/ha (10-17 kg per 10 m bedengan)
Penanaman
- Sebelum dilakukan penanaman ujung umbi dipotong ¼ bagian, lumuri dengan fungisida secukupnya, kemudian hamparkan agar bekas potongan kering (untuk mencegah infeksi)
- Jarak tanam pada musim kering 15x15 cm atau pada musim hujan 15x20 cm
- Jika bedengan kering, sebelum tanam sebaiknya disiram dengan ai
- Tanam umbi bibit sampai ujung umbi rata dengan permukaan tanah
- Penanaman sebaiknya dilakukan pagi hari agar umbi tidak stress
Pemupukan
Pupuk Susulan I
- 200 kg/ha NPK Phonska (340 gram per 10 m bedengan) atau 150 kg/ha NPK mutiara (255 gram per 10 m bedengan) dan 100 kg/ha ZA (170 gram per 10 m bedengan)
- Diberikan dengan ditugal di samping tanaman, kemudian ditutup dengan tanah atau dicorkan (larutkan 750 gram pupuk dalam 25 liter air, siramkan 80 cc pada setiap rumpun tanaman)
- Diberikan 2 minggu setelah tanam (HST)
Pupuk Susulan I
- Diberikan 4 minggu setelah tanam (HST)
- Takaran sama dengan pupuk susulan I
Pemeliharaan
- Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore)
- Penyulaman dilakukan mulai awal pertumbuhan sampai umur 7 HST
- Penyiangan dilakukan secara manual sebelum pemberian pupuk susulan
- Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga tanaman tidak mudah rebah sekalian untuk merangsang pertumbuhan tanaman
Pengendalian HPT
Hama yang banyak menyerang bawang merah adalah ulat bawang, ulat grayak (Spodoptera), lalat penggorok dan Trips, sedangkan penyakit yang menyerang bawang merah antara lain bercak ungu Alternaria (Trotol),Antraknos/Otomatis (Colletotricum), moler/Layu Fusarium dan busuk daun Stemphylium. Pengendalian hama dilakukan secara mekanis yaitu membunuh langsung hama yang menyerang tanaman dan dengan insektisida, sedangkan pengendalian penyakit dilakukan dengan fungisida
Panen
- Bawang merah dipanen pada umur 60-70 HST
- Tanda bawang merah siap dipanen jika 60-70% leher batang lunak, daun menguning dan rebah, umbi tersembul di atas tanah, dan warna kulit umbi mengkilap
- Cabut pada pangkal batang lalu goyang-goyang untuk membuang tanah
- Untuk 1 ha lahan dihasilkan sekitar 12,5 ton bawang merah.
Pengeringan