Loading...

Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung

Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung

Jagung merupakan komoditas strategis dengan tingkat produktivitas yang tinggi serta berbagai manfaat, mulai dari bahan pangan, pakan ternak, sumber energi, hingga bahan baku industri. Permintaan jagung di dalam negeri sangat tinggi, namun sebagian besar masih dipenuhi melalui impor.

Kendala utama dalam meningkatkan produksi jagung adalah rendahnya produktivitas, yang disebabkan oleh keterbatasan bibit unggul, pasokan pupuk, dan sarana produksi lainnya. Meski begitu, potensi lahan yang luas dan iklim yang mendukung menjadi faktor kunci untuk memperluas dan meningkatkan hasil panen jagung. Selain itu, nilai kalori dan kandungan nutrisi jagung yang lebih baik dibandingkan beras seharusnya mendorong pengembangan jagung sebagai pangan pokok alternatif.

Salah satu tantangan dalam budidaya jagung adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Salah satu OPT yang saat ini mengancam produktivitas jagung adalah ulat grayak (Spodoptera frugiperda).

Gejala Serangan Ulat Grayak :

  1. Terdapat bekas gerekan ulat pada daun jagung
  2. Pada bagian atas daun atau sekitar pucuk tanaman jagung ditemukan serbuk kasar mirip serbuk gergaji
  3. jika populasi tinggi, tongkol jagung juga akan diserang.

Cara Penganggulangan :

1.    Melakukan rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup hama.

2.    Mengolah tanah dengan baik selama sebulan untuk mengangkat kepompong hama dari dalam tanah agar mati terjemur sinar matahari.

3.    Memasang perangkap feromon Exi sebanyak 20 unit per hektar.

4.    Memasang perangkap lampu sebanyak 30 unit per hektar.

5.    Menyemprotkan insektisida jika kerusakan daun sudah mencapai 5%.

 

*BPP. Abung Kunang