Loading...

AKAR GADA PADA TANAMAN KUBIS

AKAR GADA PADA TANAMAN KUBIS
Akar gada adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan Plasmodiophora brassicae yang merupakan salah satu penyakit tular tanah yang sangat penting pada tanaman kubis-kubisan (Brassica spp). Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan pada kubis-kubisan lebih dari 80%. Tingkat produksi tanaman kubis di daerah kecamatan batur sangat dipengaruhi oleh serangan akar gada yang mengakibatkan bengkak pada akar. Pembengkakan pada jaringan akar dapat menganggu fungsi akar seperti transportasi zat hara dan air dari tanah ke daun. Keadaaan ini mengakibatkan tanaman menjadi layu, kerdil, kering dan akhirnya mati. Jika tanah sudah terinfestasi oleh Plasmodiophora brassicae maka pathogen tersebut akan selalu menjadi factor pembatas dalam budidaya tanaman kubis karena pathogen ini memiliki daya tahan yang sangat tinggi terhadap perubahan lingkungan dalam tanah, spora bisa bertahan hidup di dalam tanah selama lebih dari 10 tahun. Penyebaran P. brassicae di alam melalui tanah dengan berbagai cara atau perantara, misalnya perlengkapan usaha tani, bibit pada saat pemindahan ke lapangan, hasil panen, air permukaan, angin dan melalui pupuk kandang. Pathogen ini juga dapat ditularkan oleh biji melalui kontaminasi permukaan biji dengan tanah yang terinfeksi. Selain itu tanaman liar yang rentan terhadap penyakit akar gada dapat menjadi tempat bertahan hidup pathogen pada saat tanaman budidaya tidak ada. Gejala serangan penyakit akar gada tampak jelas pada keadaan cuaca panas. Daun kubis akan berwarna hijau-biru dan layu seperti kekurangan air. Pada waktu malam hari atau pagi hari daun kubis akan terlihat segar kembali. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat hingga kerdil dan tanaman kubis tidak dapat membentuk krop yan akhirnya mati. Kalau tanaman dicabut , akarnya tampak membengkak seperti umbi. P. brassicae menginfeksi tanaman kubis sejak awal pra pembentukan krop (0-49 hst). Infeksi pathogen akan meningkat pada kondisi tanah yang masam.Cara pengendaliannya adalah :1. Pengendalian cara bercocok tanam anatara lain meliputi pola tanam, waktu tanam, pengunaan bibit sehat, pengelolaan air.2. Pengapuran tanah pada lahan dengan keasaman pH < 5,5 dengan dolomite di lahan yang akan ditanami kubis sebanyak 2-4 ton/ha yang dilakukan 15 hari sebelum tanam3. Perlakuan benih kubis dengan ekstrak umbi bawang selama 2 jam atau dapat juga dengan menggunakan fungisida4. Tanah persemaian dan pupuk kandang harus bebas dari pathogen 5. Penyiraman di persemaian dengan menggunakan air bersih6. Eradikasi selektif terhadap tanaman terserang kemudian dimusnahkan