Dalam upaya meningkatkan Jaringan Mitra kerja dan Koordinasi antara pemangku kepentingan Pembangunan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kubu Raya, pada hari kamis tanggal 30 September 2010, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kerja Kemitraan yang diikuti oleh berbagai pemangku terkait keberbagai pemangku kepentingan. Antara lain perihal Instansi Teknis, Distributor Sarana Produksi, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Poktan / Gapoktan dan Lembaga Penelitian, Jaringan Kemitraan antara Instansi dan Pihak-pihak terkait ini sangat dibutuhkan Kubu Raya, Pembangunan Kabupaten termuda ini bisa lebih dipercepat dengan merentang Jaringan Mitra, maka diharapkan berbagai kendala permasalahan dapat terurai dan selesaikan secara cepat dan komprehensif. Peran pemangku kepentingan dapat lebih optimal, karena satu sama lain pada hakekatnya merupakan unsur-unsur dalam suatu sistem. Sistem baru dapat berjalan apabila semua unsur bergerak sesuai dengan fungsinya masing-masing, sehingga tercipta harmonisasi dalam gerak dan langka Pembangunan. Demikian pengarahan dari Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dalam acara tersebut, selain itu pada kesempatan berikutnya sekaligus diberikan pengarahan oleh Bupati kepada para peserta Pelatihan Manejemen Penyuluhan. Melalui Manejemen Penyuluhan, Kompetensi Penyuluh meningkat dan pada gilirannya kinerjanyapun meningkat, sebab Penyuluh sebagai Motivator, Fasilitator, Inovator, Koordinator dan Manejer di lapangan berperan untuk menggerakkan pelaku utama dan pelaku usaha agar menjadi better of farming, better of bussines, better of technology., better of ferpormance dan better of life, jadi cara bertani yang lebih baik akan lebih baik cara usahanya, lebih baik kinerjanya dan kehidupannyapun akan semakin lebih baik, Selanjutnya sebagai penanggung jawab kegiatan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kubu Raya Drs.H.Radjudin Samad, M.Si menambahkan bahwa pengembangan jaringan mitra kerja merupakan kebutuhan dari berbagai pihak untuk bersinergi sehingga berkerjasama dan dapat saling mendukung dan memperoleh hasil yang lebih optimal dibandingkan daripada bergerak sendiri-sendiri yang akan menghabiskan energi. Jaringan Mitra Kerja ini merupakan tuntutan dan suatu kebutuhan yang tidak bisa terelakkan dan merupakan komponen atau paktor pendukung keberhasilan, Pemangku kepentingan.[ BP4K - KKR ]