Bukit Kemuning, Lampung Utara – Semangat optimisme menyelimuti para petani di Desa Muara Aman, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, menyusul suksesnya kegiatan panen jagung yang berlangsung pada Senin, 13
Oktober 2025.
Desa Muara Aman, yang dikenal sebagai sentra pertanian dengan potensi lahan jagung seluas 88 hektar, kembali membuktikan tingginya produktivitas. Panen raya yang difokuskan pada lahan milik Bambang Setiawan, anggota Kelompok Tani Mari Jaya, ini turut didampingi secara langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, M. Edy Jumsyarwani, bersama rekan-rekan PPL lainnya.
Pilihan Benih dan Teknik Budidaya Menjadi Kunci
Kelompok Tani Mari Jaya sebagian besar memilih menggunakan benih jagung hibrida jenis NK Perkasa. Pilihan ini didasarkan pada kualitas dan hasil panen yang terbukti memuaskan.
“Petani di sini telah membuktikan bahwa dengan penerapan teknik budidaya yang baik, hasil panen bisa optimal. Penggunaan benih NK Perkasa ini terbukti mampu mencapai masa panen hingga 115 hari,” jelas Bapak M. Edy Jumsyarwani.
Keberhasilan panen kali ini sangat menggembirakan, dengan hasil yang terbilang tinggi, yaitu berkisar antara 6 hingga 7 ton per hektar tongkol kering panen. Keberhasilan ini tidak terlepas dari praktik agronomis yang disiplin.
Dukungan Pupuk Bersubsidi
Faktor pendukung penting lainnya adalah ketersediaan pupuk. Bapak Bambang menyatakan rasa syukur atas kemudahan dalam memperoleh pupuk bersubsidi. “Kemudahan dalam memperoleh pupuk bersubsidi sangat membantu menekan biaya produksi dan menjamin nutrisi tanaman,” ujar Pak Bambang. Pendampingan intensif dari PPL Bukit Kemuning diharapkan dapat terus mendorong peningkatan produktivitas jagung di Muara Aman. Keberhasilan panen ini tidak hanya menguntungkan Kelompok Tani Mari Jaya, tetapi juga diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal di Lampung Utara.
Penulis : M. Edy Jumsyarwani, S.P.