Penanaman padi dengan sistem jajar Legowo mampu meningkatkan produktivitas gabah bila dibandingkan dengan cara lainnya. Untuk cara jajar legowo diperlukan penambahan input yang lebih besar lagi yaitu penambahan jumlah bibit untuk tanaman sisipan pada garis pinggir. Sistem Tanam Jajar Legowo merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari komponen teknologi PTT Pajale yang harus diterapkan secara sistematis, terencana dan benar, dan bila salah satu komponen tersebut diabaikan, maka produksinya tidak akan maksimal. Teknik penyempurnaan cara tanam jajar legowo yang efektif dan efisien adalah menggunakan alat garis tanam jajar legowo atau Caplak Roda Caplak / alat tanam berfungsi sebagai alat penggaris media tanam/sawah dengan tujuan memudahkan dalam pembuatan garis di lahan sawah yang akan ditanam padi dengan cara jajar Legowo. Caplak dapat dibuat oleh petani tanpa ketrampilan khusus, berbahan baku kayu yang tahan terhadap air, memiliki bobot ringan, secara ekonomis dapat dibuat dan dimiliki oleh semua pelaku utama maupun pelaku usaha /tenaga kerja harian/borongan. Bahan yang digunakan: Kayu papan sebanyak 1 lembar, Kayu ukuran 4 x 6 2 buah, Baut Skrew/Paku, Karet Ban Bekas.Alat yang digunakan: Alat ukur Meter, Pisau, Gergaji, Obeng, Bor.Cara Pembuatan: Buat roda kayu berdiameter 60 cm, As Roda kayu, Rangka Caplak. Keterangan gambar:1. caplak untuk cara tanam Legowo 2 : 1 dimana dibuat ukuran jarak tanam 20 cm, jarak tanam barisan pinggir 10 cm dan lebar antar legowo 40 cm. 2. Unit Roda Legowo 2 : 1, menghasilkan garis antar baris dengan jarak 25 cm dan dalam baris dengan jarak 15 cm. 3. Karet, berfungsi sebagai indicator jarak antar unit roda legowo / Lorong Kosong dalam pembuatan garis tanam dalam hamparan sawah selanjutnya.