Oleh : SUYATNO, S.Pt PENYULUH PERTANIAN MUDA PROVINSI BANTEN Analisa Usaha tani ini dilakukan terhadap pengelolaan lahan seluas 600 m2 (1500 pohon) dengan rotasi tanaman sayuran selama 1 tahun berupa mentimun, tomat, kacang panjang dengan menggunakan mulsa dan cesim ketika mulsa sudah dilepas. Data diperoleh dengan wawancara kepada Bapak Ayi Fathurohman yang merupakan petani sayuran berdomisili di desa Banjar, Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang. Hasil analisa usaha tani adalah sebagai berikut : Budidaya Timun Tanaman timun mulai bisa dipanen pada umur 35 hari (untuk timun hibrida). Kemudian dilakukan panen setiap hari agar tidak terlalu tua sampai dengan umur 45 hari. Hasil panen kurang lebih 1,5 kg / pohon. Hasil Analisa budidaya mentimun : Pengeluaran Olah Lahan Rp. 1.000.000,- Mulsa Rp. 600.000,- Pupuk kandang Rp. 900.000,- Pupuk NPK (Ponska) Rp. 240.000,- Pestisida nabati Rp. 50.000,- Pestisida kimia Rp. 250.000,- Benih Rp. 90.000,- Tenaga Kerja Rp. 1.575.000,- Jumlah Rp 4.705.000,- Pemasukan - Panen (1,5 kg x 1500 x Rp. 3.000,-) = Rp. 6.750.000’- Keuntungan Keuntungan = Pemasukan – pengeluaran = Rp. 6.750.000’- - Rp 4.705.000,- = Rp. 2.045.000,- Budidaya Tomat Penanaman tomat merupakan kelanjutan dari mentimun, sehingga pengolahan lahannya hanya dengan membersihkan tanaman mentimun kemudian dilakukan pemupukan dan dibiarkan 1 minggu tomat bisa ditanam. Tomat bisa dipanen pada umur 65 hari, kemudian penen setiap 2 hari sampai umur 85 hari. Hasil panen diperkirakan 2,25 kg per pohon. Hasil Analisa budidaya Tomat : Pengeluaran Pupuk kandang 450.000,- Pupuk NPK (Ponska) 240.000,- Biaya Semai 150.000,- Pestisida nabati 50.000,- Pestisida kimia 250.000,- Fungisida 280.000,- Perangsang bunga 70.000,- Benih 125.000,- Tenaga Kerja 2.975.000,- Jumlah 4.590.000,- Pemasukan panen (2,25 kg x 1500 x Rp. 4.000,-)= Rp. 13.500.000’- Keuntungan Keuntungan = Pemasukan – pengeluaran = Rp. 13.500.000,- -- Rp 4.590.000,- = Rp. 8.910.000,- Budidaya Kacang panjang Penanaman kacang panjang merupakan kelanjutan dari tomat, sehingga pengolahan lahannya seperti pada tomat dan dibiarkan 1 minggu, kacang panjang bisa ditanam. Kacang panjang bisa dipanen pada umur 40 hari, kemudian penen setiap 2 hari sampai umur 65 hari. Hasil panen diperkirakan 1,7 kg per pohon. Hasil Analisa budidaya kacang panjang : Pengeluaran Pupuk kandang 450.000,- Pupuk NPK (Ponska) 240.000,- Pestisida nabati 50.000,- Pestisida kimia 0,- Perangsang bunga 0,- Benih 125.000,- Tenaga Kerja 2.275.000,- Jumlah Rp 3.140.000,- Pemasukan Panen (1,7 kg x 1500 x Rp. 5.000,-)= Rp. 12.750.000’- Keuntungan Keuntungan = Pemasukan – pengeluaran = Rp. 12.750.000’- -- Rp 3.140.000,- = Rp. 9.610.000,- Budidaya Cesin Lepas Mulsa, gemburkan tanah lanjutkan dengan pemberian pupuk kandang 1 ton (600 m2) dan kapur pertanian 40 kg. Biarkan selama 1 minggu, tebar sawi (100 gram) / 4 bungkus / 1 kaleng. Umur 25 hari cesin bisa dipanen. Hasil Analisa budidaya Cesin : Pengeluaran Pupuk kandang 300.000,- Pupuk urea 120.000,- Pestisida kimia 60.000,- Benih 120.000,- Tenaga Kerja 875.000,- Jumlah Rp 475.000 Pemasukan Panen (1.000 kg x Rp. 4.000,-) = Rp. 4.000.000’- Keuntungan Keuntungan = Pemasukan – pengeluaran = Rp. 4.000.000’- -- Rp 1.475.000,- = Rp. 2.525.000,- Rekap Hasil Usaha Timun 2.045.000,- (persiapan 21 hari & tanaman 45 hari) Tomat 8.910.000,- (persiapan 7 hari & tanaman 85 hari) Kacang Panjang 9.610.000,- (persiapan 7 hari & tanaman 65 hari) Cesin/sawi 2.525.000,- (persiapan 7 hari & tanaman 25 hari) Jumlah Rp. 23.525.000,- (262 hari) Sehingga total keuntungan = Rp. 23.525.000,- Semoga bermanfaat Sumber : Wawancara dengan Bapak Ayi Fathurohman pemiik Muhammad Faiq Saung domba