Loading...

ANALISA USAHA TANI TANAMAN PADI DI DESA TUGU KECAMATAN PURWOASRI

ANALISA USAHA TANI TANAMAN PADI DI DESA TUGU KECAMATAN PURWOASRI
ANALISA USAHA TANI TANAMAN PADI DI DESA TUGU KECAMATAN PURWOASRI Oleh : Majiono Pendapatan mempunyai hubungan erat dengan tingkat produksi yang dicapai, apabila produksi meningkat maka pendapatan pun cenderung meningkat. Selain itu besarnya pendapatan petani tergantung pada tingkat harga yang berlaku. Tinggi rendahnya pendapatan dipengaruhi oleh produksi dan tingkat harga. Produktivitas dapat dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar misalnya serangan hama dan penyakit serta cuaca yang kurang mendukung, sedangkan faktor dalam yakni penerapan teknologi yang kurang optimal seperti penerapan sistem tanam dan penggunaan pupuk yang berimbang. Sebagian petani di desa Tugu mengelolah lahan persawahannya menggunakan sistem tanam pindah (tapin). Petani mengelolah padi sawah dengan sistem tanam pindah ini kurang memperhatikan seberapa besar produksi yang dihasilkan dalam satu musim tanam, apakah produksinya rendah atau tinggi. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis pendapatan dan pengeluaran (biaya produksi) usahatani padi sehingga dapat dihitung ratio penerimaan dan pendapatan (R/G) untumenentukan kelayakan usahatani padi yang secara matematis dirumuskan sebagai berikut : BEP Volume Produksi 𝐵𝐸ð˜Æ’ 𝘰ð˜Å“ð˜â„¢Ã°Â˜Â¢Ã°Â˜Å¡Ã°Â˜™ ð˜Æ’ð˜Å¸Ã°Â˜Å“𝘘 = Total Biaya Produksi/Harga ditingkat Petani 2. BEP Harga Produksi 𝐵𝐸ð˜Æ’ 𝐻ð˜Å½Ã°Â˜Å¸Ã°Â˜Ã°Â˜Å½ ð˜Æ’ð˜Å¸Ã°Â˜Å“𝘘 = Total Biaya Produksi/ Total Produksi 3. B/C Ratio 𝐵/𝐶 𝘦ð˜Å½Ã°Â˜Â¡Ã°Â˜“ð˜Å“ = Total Pendapatan Produksi/ Total Biaya Produksi 4. ROI ROI = ( Keuntungan Usaha Tani / Modal Usaha Tani ) X 100% Tabel Analisa Usaha Tani Skala 0,28 Ha No Biaya operasional Jumlah Item Jumlah Biaya 1 Sewa lahan 240000 2 Biaya olah tanah 350000 3 Kebutuhan benih 10 kg 1900000 4 Biaya sebar 100000 5 Biaya pemeliharaan benih a. Pupuk 10 kg 75000 b. Pestisida 20000 c.Tenaga kerja 20000 6 Biaya tanam a. Cabut benih 200000 b. Biaya tanam 350000 7 Pemupukan a. Tenaga kerja 50000 b. Pupuk urea 100 kg 180000 c. Pupuk NPK 100 kg 230000 d. Pupuk organik 100 kg 80000 e. Pupuk yang lain 8 Biaya pengairan 40000 9 Penyiangan a. Manual b.Menggunakan alat c. Menggunakan herbisida 100000 10 Biaya Penggunaan insektisida 100000 11 Biaya Penggunaan fungisida 100000 12 Biaya panen 800000 13 Pasca panen (penjemuran) 120000 14 Beli karung 120000 Total 5175000 15 Harga gabah kering giling 1400 kg 7700000 Harga gabah kering giling per kg Rp. 5500,- Keuntungan 2525000 Analisa Biaya Produksi BEP Volume Produksi 𝐵𝐸ð˜Æ’ 𝘰ð˜Å“ð˜â„¢Ã°Â˜Â¢Ã°Â˜Å¡Ã°Â˜™ ð˜Æ’ð˜Å¸Ã°Â˜Å“𝘘 = 5175000/5500 = 940,91 Hal ini menunjukkan , bahwa pada saat diperoleh produksi sebesar 940,91kg padi, maka usaha tani padi tersebut tidak menghasilkan keuntungan namun juga tidak mengalami kerugian. 2. BEP Harga Produksi 𝐵𝐸ð˜Æ’ 𝐻ð˜Å½Ã°Â˜Å¸Ã°Â˜Ã°Â˜Å½ ð˜Æ’ð˜Å¸Ã°Â˜Å“𝘘 = 5175000/1400 = 3696,43 Hal ini menunjukkan bahwa pada saat harga padi ditingkat petani sebesar Rp. 33696,43,- usaha tani padi tersebut tidak mengalami keuntungan, namun juga tidak mengalami kerugian. 3. B/C ratio 𝐵/𝐶𝘦ð˜Å½Ã°Â˜Â¡Ã°Â˜“ð˜Å“ = 7700000/ 5175000 = 1,48 Nilai B/C ratio sebesar 1,48 menunjukkan bahwa dari pengeluaran biaya sebesar Rp. 5.175.000,- Akan diperoleh penerimaan 1,48 kali dari biaya yang digunakan. 4.ROI ROI = (2525000 / 5175000) X 100% = 48.79% Nilai ROI sebesar 48.79 % menunjukkan bahwa setiap pengeluaran modal sebesar Rp.100; akan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 48.79 . Usaha tani tanaman padi di desa Tugu kecamatan Purwoasri masih menguntungkan Referensi: Risna, Yulianti Kalaba, 2018, Anilasa Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah Dengan Sistem Tanam Pindah di Desa Siboang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, 2018, Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) ISSN 2622-9757 Vol. 1 No. 1 Agustus 2018) Suswati, 2018, Analisa Usaha Tani Padi ( Oriza sativa .L) Dengan Sistim Jajar Legowo 2:1 Di kelurahan Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan, Ziraa’ah, Vol 43 Nomor 1