Analisis Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada Sapi Bali
Analisis Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) pada Sapi Bali Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang sangat memiliki banyak manfaat bagi manusia. Selain menjadi hewan ternak, sapi pun bisa dijadikan sumber pendapatan / tabungan dan menjadi sumber protein hewani berupa daging. Oleh karena itu, kesehatan ternak perlu selalu dijaga agar kondisi tubuhnya baik. Namun kondisi yang terjadi di lapangan cukup banyak penyakit yang ditemukan pada sapi. Salah satu penyakit yang banyak ditemukan pada sapi di Kecamatan Sangir Balai Janggo khususnya Nagari Sungai Kunyit Barat adalah penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF). Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Rhabdovirus, yang termasuk dalam familia yang sama dengan penyakit rabies dan vesicular stomatitis. Biasanya ditandai dengan terjadinya demam tinggi, rasa sakit otot, serta kepincangan pada penderita (Akoso, 1996). Penyakit klinis berjalan amat singkat, umumnya berakhir tak lebih dari tiga hari, maka dari itu nama lain dari penyakit ini adalah penyakit demam tiga hari (Three day sickness). Bovine Ephemeral Fever hanya menyerang sapi serta kerbau. Penyakit BEF ditularkan oleh lalat Culicoides spp dan nyamuk Culex spp yang dapat menyebarkan penyakit mencapai jarak 2.000 km yang biasanya berkembangbiak pada saat menjelang dan saat musim hujan tiba. Penyakit ditandai dengan adanya demam tinggi mencapai 410 C, hewan penderita terlihat lemah, kurang nafsu makan, keluar cairan dari hidung dan mulut, perubahan patologi anatomi pada sapi adanya pembengkakan pada kelenjar limpha, adanya pendarahan dalam jaringan lambung dan usus halus, pada sendi kaki terdapat cairan dan pendarahan dalam kulit. Persendian bengkak disertai dengan kekakuan otot anggota gerak sehingga menyebabkan hewan menjadi pincang. Pengobatan yang dilakukan : Secara tradisional : Pemberian perasan air daun kapuk sebanyak 5 liter ke sapi yang sakit Secara kimia : Pemberian sulfidon (penurun panas) dan vitamin. Ditulis oleh ; Firmadona Oktavia