Berdasarkan pengalaman usahatani nilam di Desa Marang, Provinsi Lampung maka secara analisis ekonomi, budidaya nilam layak diusahakan dengan besaran pendapatan yang dapat diterima petani sebesar Rp.5.285.000,- Tabel . Analisis ekonomi penerapan teknologi usahatani nilam di Desa Marang, Lampung No. Uraian Jumlah Harga sat. (Rp.) Nilai (Rp.) 1 2 3 4 5 6 Pengeluaran Sarana Produksi Bibit nilam (setek) Pupuk organic (kg) Pupuk Urea (kg) Pupuk SP-36 (kg) Pupuk KCL (kg) Pestisida (kg) 25.000 10.000 550 250 250 6 50 250 1.300 2.600 2.600 75.000 1.250.000 2.500.000 715.000 650.000 650.000 300.000 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tenaga Kerja (HOK) Pembersihan lahan Pembuatan parit keliling Pengolahan tanah Pembuatan bedengan Pemupukan dasar Penanaman Pemupukan 4 kali Penyiangan 4 kali Pembumbunan Membersihkan parit Pengendalian hama peny. Panen 3 kali 15 10 40 15 10 15 30 30 30 10 15 75 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 20 000 300.000 200.000 800.000 300.000 200.000 300.000 600.000 600.000 600.000 200.000 300.000 1.500 000 19 20 21 Penerimaan Produksi (kg) Harga (Rp) Nilai (Rp) 34.500 500 17.250.000 Pendapatan 5.285.0 Bagi petani yang sekaligus menjadi pengrajin, mempunyai alat suling sendiri, dan menjual dalam bentuk minyak, hasil penjualan dapat mencapai Rp.40.000.000/ha/tahun (dengan harga minyak Rp.200.000/kg dan produksi minyak 200 kg/ha), dengan biaya investasi hanya Rp.8.725.000, yang terdiri dari peralatan, unit penyulingan dan kompor, serta biaya operasional sebesar Rp.3.139.000 yang terdiri dari penyusutan alat, penyusutan suling, kompor, upah penyulingan, dan BBM. Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Nilam