Hari Rabu 15 Oktober 2024. Pemandangan hangat terjadi saat Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Ibu Febriza Luwu, turun ke kebun sayur untuk melakukan panen kangkung. Kebersahajaan tersebut terjadi saat panen sayur kangkung bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Uswatun Hasanah, Desa Sejangat. Agenda panen sayur merupakan hal yang cukup langka, mengingat dominasi tanaman sawit di Kabupaten Bengkalis. Adapun panen kangkung tersebut dilaksanakan di Lahan Kelompok Tani, RT 9 RW 2, Dusun Sukaramai, Desa Sejangat. Selain Ibu Dewan, dalam agenda itu juga terlihat Penyuluh Pertanian WKPP Sejangat dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Kecamatan Bukit Batu. Kemudian tampak hadir Ibu Kepala Desa Sejangat. Anggota DPRD mengapresiasi langkah ibu-ibu tani dalam memanfaatkan tanah gambut untuk dijadikan lahan sayuran. "Ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif, ada upaya untuk menghadirkan ketahanan pangan di wilayah kita. Ibu-ibu menepikan keinginan menonton sinetron di rumah, berkumpul bersama menanam sayuran di kebun. Aneka ragam sayuran ini, ada kangkung, bayam, terong, jagung, ubi, juga tanaman untuk bumbu dapur. " Ujar Ibu Dewan. Saat dikunjungi, hampir separuh populasi tanaman masih dalam kondisi pertumbuhan awal, hanya kangkung dan bayam yang ukurannya cukup besar. Anggota KWT baru bisa melakukan panen kangkung, sebab umur tanaman sudah tiga minggu lebih. Selain untuk konsumsi keluarga, panen kangkung juga dijual untuk mengisi kas kelompok tani. Saat panen bersama anggota dewan, terpanen 60 ikat sayur kangkung. Semua diborong Ibu Icha untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. PPL menyimpulkan bahwa keberadaan kebun sayur dan tanaman pangan membantu masyarakat agar bisa membeli sayuran, buah, ubi, jagung serta tanaman lain beragam jenis. Dekatnya sumber penghasil pertanian, maka rantai distribusi sangat pendek, menjadikan harga bisa terjangkau. Ibu-ibu warga sekitar kebun sayur bisa langsung datang untuk membeli sayuran yang mereka butuhkan. Pastinya segar relatif bebas residu kimia sebab dihasilkan secara organik di lahan sendiri. Kehadiran penyuluh lapangan sebagai pendamping pertanian dapat dimanfaatkan ilmunya agar teknologi terkini bisa terwujud dalam mengelola kebun. Semoga panen sayur skala kecil seperti ini bisa diterapkan ditempat lain. Prinsipnya apabila banyak masyarakat menanam sayur, maka semakin besar kemungkinan daerah bisa mandiri sayuran dan kebutuhan pangan. Diharapkan kelompok tani dapat menjaga luasan kebun sayur dan tanaman pangan di Desa Sejangat. Hari semakin senja, Ibu Icha pun melanjutkan pertemuan dengan orasi politiknya…