PENDAHULUAN Sebagai salah satu provinsi yang memiliki kawasan hutan di Indonesia, Provinsi Lampung memiliki kawasan hutan lindung yang cukup banyak dan tersebar dibeberapa kabupaten. Keberadaan hutan sangat penting. Hutan memiliki beberapa manfaat yaitu menjaga keseimbangan iklim, sebagai paru-paru dunia (menyerap korbon dioksida dan menghasilkan oksigen), mencegah erosi dan banjir, menjaga kesuburan tanah dan manfaat ekonomi lainnya. Selain itu, hutan juga merupakan sumber kekayaan hayati baik flora maupun fauna. Kekayaan hayati tersebut harus dapat dilestarikan dan dijaga keberadaannya sebagai sumberdaya genetik lokal. Salah satu jenis tanaman yang cukup banyak terdapat di hutan adalah tanaman hias. Berikut ini akan diperkenalkan beberapa tanaman hias yang sudah didaftarkan sebagai varietas lokal milik Kabupaten Lampung Barat. Anggrek Upi Pedom Anggrek Upi Pedom merupakan salah satu jenis anggrek yang ditemukan di kawasan hutan bukit barisan Lampung Barat pada tahun 2017 dengan sebaran di Gunung Seminung. Jenis anggrek ini didaftarkan Bupati Lampung Barat dengan nomor pendaftaran 662/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Anggrek Upi Pedom mulai berbunga ± 1 tahun. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan tim Sumberdaya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, deskripsi tanaman adalah sebagai berikut: Pertumbuhan: Anggrek Upi Pedom memiliki tipe pertumbuhan monopodial (batang bersifat tunggal dan memiliki satu titik tumbuh). Panjang helai daun ± 57 cm,Lebar helai daun ± 13 cm, bentuk helai daun lonjong, warna hijau utama daun: Green colour medium (hijau sedang zaitun) dengan bentuk ujung daun lancip/menajam ke ujung. Bunga: Posisi pembungaan berada diketiak tangkai yang bersifat horizontal. Anggrek Upi Pedom berbunga banyak dengan tangkai bunga horizontal dan panjang tangkai bunga ± 34,8 cm. Bentuk bunga lonjong seperti bayi tidur, bentuk dorsal sepal: lonjong dengan panjang ± 1,66 cm dan lebar ± 0,82 cm. Warna dorsal sepal: white group 155 royal hort (putih). Bentuk lateral sepal adalah bulat telur dengan panjang ± 2,24 cm dan lebar ± 3,34 cm. Warna lateral sepal: white group 155 royal hort (putih). Bentuk Petal adalah bulat telur dengan panjang ± 2,6 cm dan lebar ± 1,48 cm. Warna Petal white group 155 royal hort (putih), susunan petal terbuka dengan bentuk ujung sepal dan petal: bulat sangat cekung. Bentuk bibir bulat dengan panjang bibir ± 7,6 cm dan lebar bibir ± 4,4 cm. Warna utama bibir: white group 155 royal hort (putih), warna bagian tengah bibir: white group 155 royal hort (putih). Anggrek ini memiliki sifat khusus yaitu bentuk bunga seperti bayi yang sedang tidur dan bunga tidak harum. Bentuk bunga inilah yang menjadi dasar penamaan dari masyarakat yaitu upi pedom. Dalam bahasa lampung pedom berarti tidur. Pendeskripsi Anggrek Upi Pedom yaitu Dian Meithasari,SP.,; Ir. Rr. Ernawati,MTA.; Fauziah Yulia Adriyani, SP., M.Si.; Dr. Nila Wardani, M.Si.; Novilia Santri,STP.; Arfi Irawati, SP.; M.Si., Erliana Novitasari, M.Sc. (BPTP Lampung). Anggrek Bibir Bergoyang Jenis anggrek berikutnya adalah Anggrek Bibir Bergoyang yang didaftarkan oleh Bupati Lampung Barat sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 663/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Anggrek Bibir Bergoyang ditemukan di kawasan hutan bukit barisan dan sudah dikenal sejak tahun 2013. Berbeda dengan anggrek upi pedom, anggrek bibir bergoyang memiliki sebaran geografis di beberapa wilayah yaitu Sekincau, Gunung Pesagi, Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Anggrek Bibir Bergoyang mulai berbunga ± 1 tahun. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan tim Sumberdaya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, deskripsi tanaman adalah sebagai berikut: Pertumbuhan: Anggrek Bibir Bergoyang memiliki tipe pertumbuhan sympodial (tidak berbatang, mempunyai bulb sebagai tangkai daun). Panjang helai daun ± 25,14 cm, Lebar helai daun ± 5,62 cm, bentuk helai daun lonjong, warna hijau utama daun: Green group 137 B (hijau sedang zaitun) dengan bentuk ujung daun lancip/menajam ke ujung. Bunga: Anggrek Bibir Bergoyang memiliki pseudobulb yang merupakan tangkai daun dengan bentuk bulat telur. Posisi pembungaan di pangkal/sisi pseudobulb dengan tipe pembungaan tunggal/soliter. Tangkai bunga tegak dengan panjang tangkai bunga ± 10,8 cm dan diameter ± 2,55 mm. Bunga berbentuk Bintang dengan bentuk dorsal sepal Lonjong. Warna dorsal sepal Grayed Orange group 163 C (mendekati kuning) dengan panjang dorsal sepal ± 4,10 cm dan lebar dorsal sepal ± 1,4 cm. Warna lateral sepal: grayed red group 179 B ( mendekati merah). Bentuk lateral sepal lanset/mata lembing dengan panjang ± 3,37 cm dan lebar ± 1,73 cm. Bentuk petal bulat telur dengan susunan petal terbuka dan warna grayed orange group 163 C (mendekati kuning). Panjang petal ± 3,17 cm dan lebar petal: ± 0,77 cm. Bentuk ujung sepal dan petal lancip/menajam ke ujung. Bentuk bibir bulat dengan panjang ± 1,53 cm dan lebar ± 1,17 cm, warna utama bibir grayed orange group 163 B (kuning oranye terang), warna bagian tengah bibir grayed red group 179 B (mendekati merah). Anggrek ini memiliki sifat khusus yaitu bentuk Bibir/Lidah Bunga bergoyang (jika tersentuh), Bunga tidak harum. Ciri khusus inilah yang menjadi dasar penamaan dari masyarakat yaitu bibir bergoyang. Pendeskripsi Anggrek Bibir Bergoyang adalah Ir. Rr. Ernawati,MTA.; Dr. Nila Wardani; Dian Meithasari,SP.; Fauziah Yulia Adriyani, M.Si.; Agung Lasmono,SP.M.Si; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc.; Novilia Santri,STP (BPTP Lampung). Anggrek Ngiwan Liwa Berikutnya adalah Anggrek Ngiwan Liwa yang didaftarkan oleh Bupati Lampung Barat sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 664/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Anggrek Ngiwan Liwa sudah cukup lama ditemukan di kawasan hutan bukit barisan yaitu tahun 1975. Anggrek Ngiwan Liwa memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Kecamatan Gunung seminung, Kecamatan Sumberejo, Gunung Pesagih Lampung Barat. Anggrek Ngiwan Liwa mulai berbunga ± 1 tahun. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan tim Sumberdaya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, deskripsi tanaman adalah sebagai berikut: Pertumbuhan: Anggrek Ngiwan Liwa memiliki tipe pertumbuhan sympodial (tidak berbatang, mempunyai bulb sebagai tangkai daun dengan tinggi tanaman ± 1,23 m. Panjang daun ± 66,66 cm dengan lebar ± 9,70 cm, bentuk daun elliptic, warna daun muda strong yellow green 144 A, warna daun tua yellow green 144 A, warna hijau utama daun medium, terdapat variasi warna daun dengan tipe striped, warna variasi yellow green. Bunga: Anggrek Ngiwan Liwa memiliki panjang tangkai bunga ± 35 cm dengan diameter tangkai bunga ± 4,14 cm. Tangkai bunga semi erect dengan panjang tangkai kuntum ± 2,5 cm dan arah menghadap bunga adalah satu arah. Bunga berbentuk bintang yang secara umum menyebar dengan panjang bunga ± 4,28 cm dan lebar ± 8,08 cm. Dorsal sepal berbentuk ovate memiliki panjang ± 4,3 cm dan lebar ± 0,9 cm, warna brownies orange grade orange 166 C dengan penampang melintang datar. Lateral sepal berbentuk elliptic dengan penampang melintang datar. Panjang lateral sepal ±4,3 cm dan lebar ±0,9 cm dengan warna brownies blade orange 166 C. Petal berbentuk elliptic dengan penampang melintang moderately concave. Panjang petal ±3,56 cm dan lebar ±0,46 cm dengan warna brownies blade orange 166 C. Bibir berbentuk elliptic dan tidak tidak memiliki keping sisi dengan panjang ±2 cm dan lebar ±2,45 cm. Bentuk bibir lateral triangular, bentuk bibir lateral yang memiliki keping sisi berbentuk transverse elliptic dengan warna utama white group 163 A. Pendeskripsi Anggrek Ngiwan Liwa adalah Dr. Nila Wardani, M.Si.; Ir. Rr. Ernawati, MTA.; Dian Meithasari, SP.; Fauziah Yulia Adriyani, SP., M.Si.; Erliana Novitasari, SP., M.Sc; Novilia Santri, SP.; Arfi Irawati, SP., M.Si. (BPTP Lampung). Disusun oleh: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh BPTP Lampung) Sumber: Laporan SDG BPTP Lampung