Loading...

Antisipasi Perubahan Iklim dan Tanaman Padi Lebih Awal

Antisipasi Perubahan Iklim dan Tanaman Padi Lebih Awal
Perubahan iklim global akan mempengaruhi setidaknya tiga unsur iklim dan komponen alam yang sangat erat kaitannya dengan pertanian, yaitu : (a) naiknya suhu udara yang juga berdampak terhadap unsur iklim lain, terutama kelembaban dan dinamika atmosfer, (b) berubahnya pola curah hujan dan makin meningkatnya intensitas kajadian iklim ekstrim (anomali iklim) seperti El-Nino dan La-Nina, dan (c) naiknya permukaan air laut akibat pencairan gunung es di kutub utara. Dengan terjadi hal tersebut produktivitas sektor pertanian mengalami perlambatan sebesar 0,6 persen per tahun. Salah satunya disebabkan karena perubahan iklim yang telah terjadi pada saat-saat in. para petani mencemaskan ketidakpastian cuaca. Hujan lebat yang turun di musim kemarau tidak hanya membuat jadwal atau masa tanam berantakan, tapi juga meningkatkan potensi gagal panen. Angka produksi pertanian nasional pun terancam anjlok. Adanya antisipasi untuk menghadapi penyimpangan iklim, Kementerian Pertanian telah menyusun strategi antisipasi dan penanggulangan yang dipilah atas: (a) strategi antisipasi, (b)strategi mitigasi, dan (c) strategi adaptasi. Adanya strategi dan penanggulangan agar mengatasi masalah atau problem petani yang dihadapi saat ini. Maka para penyuluh pertanian dan para petani agar tanggap dan bekerja keras dalam terjadinya perubahan iklim yang mempengerahui tingkat produksi dan pendapatan petani sendiri. Dalam hal ini disarankan para petani padi lahan kering supaya menanam padi lebih awal, karena dikhawatirkan ketersedian air hujan akan berkurang karena terjadinya perubahan iklim. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan jalan pengolahan tanah lebih awal atau habis penanaman komoditi tertentu seperti jagung langsung dilakukan penugalan penanaman padi di samping larikan jagung yang baru dipanen sehingga pengolahan tanah bersamaan waktu penyiangan padi yang sudah tumbuh. Yang kedua menggunakan varietas padi Gogo yang tahan kekeringan dan umurnya lebh pendek. Misalnyas padi varietas Inpago 4 yang lebih tahan hama penyakit, untuk lebih jelasnya deskripsi varietas tersebut diuraikan sbb ; Deskripsi Padi Gogo Varietas Inpago 4 No. Seleksi : TB490C-TB-1-2-1 Asal : Batutegi/Cigeulis/Ciherang Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 124 Hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Produktif : ± 134 cm Anakan Produktif : ± 11 Batang Warna kaki : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak bewarna Warna daun : Hijau Permukaan daun : Kasar Posisi daun : Miring Posisi daun bendera : Mendatar Warna batang : Hijau Kerebahan : Sedang Kerontokan : Sedang Bentuk gabah : Lonjong Warna gabah : Kuning Jerami Rata - rata hasil : 4,1 ton / ha GKG Potensi hasil : 6,1 ton / ha GKG Berat 1000 butir : ± 25 gram Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : ± 21,9 % Ketahanan terhadap hama : - Ketahanan terhadap penyakit : Tahan terhadap beberapa ras penyakit blas. Toleran cekaman abiotik : Toleran terhadap keracunan Al (60 ppm). Keterangan : Baik ditanam di lahan kering subur, lahan kering podsolik merah kuning dengan tingkat keracunan alumunium sedang. Pemulia : Erwin Lubis, Aris Hairmansis, Bambang Kustianto, S, Suharsono, Suwarno. Peneliti : Santoso, Anggiani Nasution, Husin M. Toha. Teknisi : Pardio, Sunarjo, Endang Suparman, Ade Santika, Pantja Hadisiwi Pengusul : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian Sumber : Badan Litbang, Peta Kerentanan Sektor Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Kementan, Kenali dan Pahami Perubahan Iklim, 2010, Jakarta SK Menteri Pertanian No 2560/ kpts/ SR.120/7/2010