Loading...

Aplikasi Insektisida Nabati

Aplikasi  Insektisida  Nabati
Untuk memperkenalkan dan menerapkan penggunaan pestisida nabati kepada petani di Balai Penyuluhan Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) maka pada tanggal 7 Nopember 2010 telah dilakukan pertemuan penyuluhan tentang penggunaan pestisida nabati, bertempat di saung kelompok tani "Fenmuni", wilayah binaan Noemuti Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU. Kegiatan dihadiri oleh pengurus dan anggota poktan Fenmuni, sedangkan instruktur/narasumber berasal dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten TTU. Pertemuan diawali dengan penjelasan proses identifikasi serangan hama/penyakit pada tanaman, pemilihan bahan baku yang sesuai dengan tujuan aplikasi dan ketersediaan bahan baku lokalita. Bahan baku insektisida diambil dari lokasi sekitar saung tani, di antaranya daun sirsak, daun gamal, daun cabe, tembakau dan lengkuas. Bahan-bahan tersebut ditimbang lalu dihaluskan dengan cara ditumbuk, kemudian ditambahkan air bersih dengan perbandingan 1 Kg bahan 1 liter air. Adonan ini kemudian disaring menggunakan kain saring, ditampung dalam wadah yang bersih (Gambar 1). Pada prinsipnya saringan yang digunakan harus dapat menjamin bahwa cairan pestisida tidak menyumbat noozle sprayer. Cairan hasil saringan kemudian diencerkan dengan air bersih dengan perbandingan 1 liter adonan cair : 10-15 liter air bersih. Pertimbangan pengenceran disesuaikan dengan jenis insekta yang akan dikendalikan, intensitas serangan dan jenis tanaman inang. Sebagai contoh, aplikasi pada tanaman hortikultura jenis sayuran daun cukup diaplikasikan pada kondisi cairan semprot yang lebih encer dibanding aplikasi pada tanaman hortikultura buah-buahan semisal jeruk untuk mengendalikan jenis serangga hama yang sama. Pada kesempatan kali ini dilakukan aplikasi pada pertanaman padi berumur 8 HST (Gambar 2). (Risard Ndolu, SP)