APLIKASI IRIGASI SPRINKLER PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH
Komoditas bawang merah merupakan komoditas strategis nasional. Provinsi Bengkulu juga mengembangkan bawang merah, salah satunya di Kabupaten Seluma. Salah satu komponen teknologi budidaya adalah pengairan. Pada budidaya bawang merah TSS diperlukan inovasi dalam penyediaan air yang cukup, dengan mengunakan Teknologi IRIGASI SPRINKLER yaitu sistem irigasi guna mendukung pertanian yang modern juga menekan biaya yang tinggi. Teknologi pengairan/irigasi sprinkler adalah salah satu alternative yang bisa digunakan untuk mendukung keberhasilan pertanaman dari mulai penyemaian sampai panen, bawang membutuhkan air yang cukup. Penyiraman melalui irigasi sprinkler perlu di lakukan 2 x sehari pada waktu pagi dan sore. Untuk membuat irigasi sprinkel, alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi: mesin genset 12 PK, Pipa Paralon 4 Inch, Sumur Bor, Paralon Pipa 3 Inch , Scok Drap, Pipa 2,5 Inch, Sprinkler, Lem Pipa. Komponen irigasi sprinkel meliputi: Jaringan pipa pada irigasi sprinkler. Pipa yang digunakan pada sistem irigasi sprinkler meliputi: 1) pipa paralon ukuran 4 inch yang berfungsi sebagai cincin pada sumur bor (sebagai sumbu utama dalam pengambilan pada mata air pada sumur bor irigasi sprinkel); 2) pipa ukuran 3 inch yang berfungsi untuk pembagian air sekunder ke instalasi primer; 3) pipa paralon 2,5 inch yang berfungsi sebagai penghantar untuk pembagian air dari pipa sekunder ke lahan menuju sprinkler. Pipa sekunder yang berfungsi untuk menghantarkan air ke lahan. Pipa tersier pipa pembagi, dari sokdrat pipa paralon 3 inch yang menghantarkan air menuju sprinkler . Pipa sokdrat: pipa yang berukuran ¾ inch berfungsi sebagai pembagi arus air dalam lahan yang melewati pipa skunder dan tersier untuk menuju ke sprinklerl . Sistim irigasi sprinkler mempunyai keunggulan dan kelemahan. Keunggulan irigasi sprinlker antara lain: 1) mengoptimal kebutuhan air terutama pada musim kemarau panjang; 2) menghemat tenaga dan biaya serta menekan biaya produksi pada budidaya bawang merah serta meningkatkan hasil; 3) menghemat pengunaan air dalam mengatasi terbatasnya air pada musim kemarau panjang serta 4) tidak tergantung musim bisa sepanjang tahun melakukan budidaya bawang merah. Sistim irigasi ini juga mempunyai kelemahan yaitu : membutuhkan perawatan yang intensif, perlu bahan bakar minyak serta perlu sumur bor. Sistem irigasi sprinkler ini sudah diterapkan pada lahan dengan pertanaman bawang merah varietas Lokananta (TSS) oleh Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Sumber Arum Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma dilahan bekas perkebunan sawit dengan hasil sekitar 12 ton/ha. Inovasi sprinkler diharapkan mampu mendukung pengembangan bawang merah di Provinsi Bengkulu. (Sri Suryani M. Rambe dan Eko Kristianto)