Loading...

APLIKASI PEMUPUKAN JAGUNG MENGGUNAKAN FERMENTASI URINE SAPI

APLIKASI PEMUPUKAN JAGUNG MENGGUNAKAN FERMENTASI  URINE SAPI
Urine sapi sangat berpotesi digunakan sebagai pupuk organik cair. Ternyata selain berfungsi sebagai pupuk cair juga berfungsi sebagai ZPT (zat pengatur tumbuh) bagi tanaman. Bayangkan saja apabila mempunyai 2 ekor sapi, maka dalam sehari dapat menghasilkan urine sapi sebanyak 30 liter urine, karena dari 1 ekor sapi dewasa bisa menghasilkan urine 15 liter per hari. Belum lagi di peternakan sapi yang memiliki sapi dalam jumlah yang besar di atas 10 ekor. Pupuk organik urine sapi memiliki banyak kelebihan, diantaranya: mempunyai kandungan senyawa seperti nitrogen, fosfor, kalium dan juga air lebih banyak apabila dibandingkan dengan kotoran sapi padat. Mempunyai kandungan zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) pada tanaman dan mempunyai bau khas urine ternak, bau khas ini dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman. Pupuk Organik Cair (POC ) dari urine sapi memiliki 3 fungsi utama yaitu sebagai pupuk cair bagi tanaman, sebagai zat pengatur tumbuh tanaman dan juga sebagai pestisida nabati. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa urine sapi memiliki kandungan unsur kimia yang lebih banyak dari kotoran sapi padat. kotoran padat. Kandungan Nitrogen (N) pada urine sapi sekitar 1% lebih tinggi dari pada kotoran padat yang hanya 0,4%, kandungan Phosphor Urine sapi sekitar 0,5%, ini lebih tinggi dari pada kotoran padat yang hanya 0,2%. Kandungan K pada urine sapi jauh lebih tinggi dari pada Pada urine sapi sekitar 1,5% sedangkan pada kotoran padat 0,1%. Tetapi pada urine sapi kadar airnya lebih banyak dan kandungan amoniak sangat tinggi yang harus dihilangkan dulu sebelum diaplikasi pada tanaman. Apabila kandungan amoniak tinggi pada urine sapi ini masih ada, maka tidak bisa digunakan sebagai pupuk. Kalau diaplikasi pada tanaman hasilnya bukannya menyuburkan, tetapi malah membunuh tanaman tersebut. Alat dan Bahan Fermentasi Urine Sapi : Sediakan urine sapi dalam jerigen 25 liter 125 ml Decomposer atau Bio Aktivator 250 gram Pupuk NPK 16:16:16 di larutkan 250 ml larutan air gula merah Proses Fermentasi Urine Sapi Masukan larutan air gula yang sudah di siapkan kedalam jerigen urine sapi Masukan larutan Pupuk NPK 16:16:16 Lalu masukan decomposer ke dalam jerigen urine sapi Setelah selesai bahan di masukan,aduk rata dan goyang goyang semua bahan tersebut di dalam jerigen sampai tercampur sempurna Tutup jerigen agar fermentasi berjalan sempurna (secara aerob). Proses fermentasi dilakukan selama 2 minggu baru kemudian dibuka untuk dilihat hasilnya C. Keunggulan Pupuk Cair dari Urine Sapi Pupuk cair dari Urine sapi memiliki beberapa keunggulan yang tidak dapat ditemui pada jenis pupuk lainnya diantaranya : Kandungan senyawa kimia seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium, serta air lebih banyak dibanding pupuk dari kotoran sapi padat. Memiliki kandungan zat yang berfungsi untuk perangsang tumbuh serta dapat pula digunakan sebagai zat pengatur tumbuh atau ZPT. Aroma khas urine ternak berfungsi untuk mencegah datangnya hama serta penyakit pada tanaman, sehingga dapat pula digunakan sebagai pestisida alami. Aplikasi dan Dosis Pemakaian Penggunaan pupuk secara tepat dan dalam jumlah yang cukup, dalam artian tidak kurang atau tidak lebih, akan membantu pertumbuhan tanaman secara siknifikan. Namun jika dosis yang diberikan berlebihan, tentu bukan kesuburan yang didapat, melainkan kerusakan tanaman. Karena itulah pada bagian ini akan kami sampikan mengenai dosis penggunaan pupuk cair dari urine sapi yang baik dan benar. Penyemprotan dilakukan sesuai anjuran antara pagi hari sebelum jam 9.00 WIB dan sore hari setelah jam 15.00 WIB. Untuk merangsang pertumbuhan akar, penggunaan pupuk cair dari urine sapi diaplikasikan sebelum proses penanaman tumbuhan. Dapat dikerjakan saat bibit telah berakar dengan merendamnya pada pupuk cair yang telah dilarutkan pada air dengan komposisi 1 : 10, lakukan perendaman selama 10 menit penuh. Atau dapat pula dilakukan perendaman ketika masih dalam bentuk biji, dengan perbandingan antara pupuk caik dan air yang sama yaitu sebanyak 1 : 10 Selain untuk merangsang pertumbuhan akar, pupuk cair dari urine sapi juga dapat digunakan untuk merangsang perkembangan daun. Dosis yang digunakan sama persis dengan pengaplikasian pada benih yaitu 1 : 10 sesuai dengan kebutuhan. Namun cara penggunaannya tentu berbeda, kali ini Anda dapat menyemprotkan secara langsung pupuk cair dari urine sapi tersebut ke bagian tanaman, tentu saja hal tersebut dilaksanakan saat usia tanaman siap untuk memasuki tahap pemupukan lanjutan.