? Ada 4 prinsip dalam Pengendalian Hama Terpadu, yaitu : 1. Budidaya Tanaman yang baik ;2. Pengamatan harian/mingguan ;3. Pelestarian musuh alami ;4. Menjadi petani ahli PHT . ? Aplikasi PHT pada beberapa OPT 1. Tikus Sawah ? Sanitasi lingkungan, sehingga lingkungan menjadi tidak sesuai bagi kehidupan dan perkembang- biakan tikus.? Menerapkan pola tanam yang teratur ,tanam serempak dan jarak tanam legowo.? Gropyokan masal pada saat tidak ada tanaman.? Pemasangan penghalang (barrier) pada saat persemaian yang dikombinasikan dengan pemasangan bubu perangkap. ? Periode padi vegetatif. Sanitasi gulma pada habitat tikus, pengendalian mekanis, pemakain rodentisida antikoagulan bila populasi masih tinggi dan lakukan fumigasi.? Periode padi generatif. Lakukan fumigasi dengan asap belerang pada lubang aktif, sanitasi gulma. 2. Wereng Batang Coklat (WBC) ? Pengaturan pola tanam yaitu tanam serempak, pergiliran tanaman padi – palawija – padi atau padi- padi palawija atau padi – palawija, dan pergiliran varietas unggul? Penanaman varietas unggul/tahan? Eradikasi dan sanitasi? Pengamatan dinamika populasi mingguan? Bila populasi hama dibawah ambang ekonomi gunakan insektisida botani.? Bila populasi hama di atas ambang ekonomi gunakan insektisida kimia yang direkomendasikan. 3. Penggerek Batang Padi ? Tanam serentak meliputi areal seluas-luasnya.? Apabila memungkinkan dapat dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi.? Pengelompokan persemaian dalam hamparan sawah sesuai kondisi.? Pengumpulan kelompok telur terutama di persemaian.? Pengumpulan kelompok telur penggerek batang di persemaian apabila ada penerbangan kupu-kupu penggerek batang? Penyabitan tanaman serendah mungkin pada saat panen.? Penggenangan air setinggi 10 cm pada lahan bekas serangan selama 1 minggu.? Eradikasi sisa-sisa tanman terserang.? Pemanfaatan musuh alami terutama parasitoid kelompok telur.? Penyabitan tanaman serendah mungkin pada saat panen.? Penggenangan air setinggi 10 cm pada lahan bekas serangan selama 1 minggu.? Eradikasi sisa-sisa tanman terserang.? Pemamfaatan musuh alami terutama parasitoid kelompok telur.? Untuk daerah endemis PB gunakan insektisida karbofuran dengan dosis 17 kg/ha pada saat sebelum tanam, untuk di pertanaman aplikasi insektisida apabila ditemukan rata-rata ≥ 0,3 kelompok telur/m2 atau intensitas serangan ≥10 %.? Aplikasi insektisida semprotan hendaknya dilakukan apabila penetasan telur sedang terjadi. 4. Tungro? Pratanam, Pengolahan Tanah - Pengolahan tanah secara baik, sehingga lahan bersih dari sisa tanaman terserang/singgang yang terinfeksi virus. - Sebar benih minimal 5 hari setelah selesai pengolahan tanah. - Pengaturan waktu yang tepat agar saat populasi wereng hijau tinggi tanaman telah lebih dari 60 hst, sehingga tanaman terhindar dari puncak penerbangan. ? Persemaian - Hindari penggunaan bibit dari daerah serangan tungro - Musnahkan bibit yang terserang. - Bila perlu gunakan karbofuran sebelum sebar benih. - Persemaian berkelompok.? Tanaman muda - Musnahkan tanaman yang terserang virus tungro secara selektif.? Kunci sukses pengendalian tungro- Tanam serentak, pergiliran varietas dan pergiliran tanaman.Sumber : Bahan Pelatihan Penyuluh PertanianPenyunting : 1. Ahmad, SP. (PP BPP Kedokanbunder) 2. Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten)