APRESIASI MANAJEMEN AGRIBISNIS BAGI PENYULUH Tanggal 28 - 30 Oktober 2010, Bakorluh Sumatera Selatan telah melaksanakan kegiatan Apresiasi Manajemen Agribisnis bagi Penyuluh di Hotel Jayakarta Daira Palembang, diikuti 86 orang penyuluh yang berasal dari Kabupaten/Kota se Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut memberikan gambaran tentang konsep perubahan dan sistem agribisnis yang bertujuan untuk mengubah paradigma petani, bahwa petani bukanlah hanya sebagai petani atau pengusaha usaha tani tetapi pengelola atau manager perusahaan agribisnis yang berkedudukan setara dengan perusahaan agribisnis lainnya yang berada di sub sistem agribisnis hilir. Petani seharusnya senantiasa berorientasi pada kebutuhan pasar, bersama-sama perusahaan agribisnis lainnya bersinergi untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kebersamaan dan saling ketergantungan antar perusahaan agribisnis dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar disebut Sistem Agribisnis. Apabila kondisi seperti ini benar-benar berhasil diciptakian, maka otomatis peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani akan terwujud. Untuk mewujudkan perilaku agribisnis inilah diperlukan Penyuluhan Sistem Agribisnis. Penyuluhan sistem agribisnis juga memerlukan perubahan perilaku penyuluh, yakni harus mampu : 1. Meningkatkan profesionalisme dengan melakukan perbaikan mutu layanan secara terus menerus yang mengacu pada kebutuhan pelanggan. 2. Menguasai materi penyuluhan yang menyangkut teknik produksi, manajemen sistem agribisnis, informasi permintaan pasar serta etika bisnis dan keunggulan bersaing. 3. Tidak menjadikan petani sebagai objek, tetapi sebagai subjek. Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain 1. Memfasilitasi para penyuluh memahami prinsip-prinsip agribisnis serta perencanaan dalam pelaksanaan agribisnis ditingkat petani. 2. Memfasilitasi para penyuluh supaya memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menetapkan prinsip-prinsip agribisnis. 3. Memfasilitasi para penyuluh agar mampu memfasilitasi petani beserta keluarganya menetapkan prinsip-prinsip serta perencanaan dan pelaksanaan agribisnis dalam usahanya. Sementara manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah 1. Petani mampu mengelola usaha taninya dengan menerapkan prinsip-prinsip agribisnis dan perencanaan yang tepat. 2. Menjadikan petani sebagai subjek yang dapat berorientasi kepada kebutuhan pasar. 3. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.