Bertempat di Hotel Sarlim, kegiatan Apresiasi Metodologi Penyuluhan Partisipatif dan Fasilitasi FMA Bagi TPL dan Koordinator BPP dilaksanakan mulai tanggal 23 s/d 26 September 2012. Apresiasi ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk kegiatan pembelajaran petani di desa. Setelah dilaksanakan empat tahun kegiatan pembelajaran oleh FMA desa, maka diperlukan adanya penambahan dan peningkatan pengetahuan serta kemampuan para penyuluh pendamping atau Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator TPL dalam memfasilitasi FMA yang berorientasi agribisnis termasuk persiapan FMA kabupaten yang memerlukan kemampuan dan keterampilan dalam memfasilitasi pengembangan kemitraan dan organisasi petani dalam skala yang lebih besar lagi, sehingga bisa menjadi organisasi yang berbadan hukum. Tujuan pelaksanaan Apresiasi Metodologi Penyuluhan Partisipatif dan Fasilitasi FMA bagi TPL dan Koordinator BPP adalah meningkatkan kualitas pendampingan dan pembinaan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator BPP dalam pembelajaran FMA yang berorientasi Agribisnis. Peserta berjumlah 35 orang yang terdiri dari TPL dan Koordinator BPP yang berasal dari 15 Kecamatan, al. : Kecamatan Libureng, Ajangale, Tanete Riattang, Barebbo, Amali, Tanete Riattang Timur, Cina, Bengo, Palakka, Awangpone, Kajuara, SibuluE, Tellu SiattingngE, Tonra dan Kahu. Dari sesi tanya jawab terungkap beberapa kendala yang dikemukakan oleh peserta, antara lain masih kurang responsifnya para petani kita terhadap perkembangan teknologi, beberapa hambatan teknis serta kurangnya pendampingan bagi FMA Desa yang mengalami penurunan penerapan teknologi. Output yang diharapkan dalam kegiatan Apresiasi Metodologi Penyuluhan Partisipatif dan Fasilitasi FMA bagi TPL dan Koordinator BPP ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta untuk meningkatkan kualitas pendampingan FMA. (Panitia Pelaksana)