Atasi Kelangkaaan Pakan Sapi di Musim Kemarau dengan Teknologi FermentasiUsaha sapi perah atau sapi potong yang diperuntukkan untuk menghasilkan produksi baik susu maupun daging yang berkualitas baik, pada umumnya dihadapkan pada masalah kontinuitas sediaan pakan sepanjang tahun, baik di musim hujan maupun musim kemarau. Para peternak di Kecamatan Gunungpati sebagian besar masih memanfaatkan hijauan berupa rumput lapangan sebagai pakan ternak mereka. Padahal, rumput lapangan minim gizinya, karena hanya tinggi serat, namun rendah kandungan protein. Kondisi ini diperparah saat musim kemarau panjang melanda, karena hijauan menjadi sulit didapat, sehingga peternak hanya memberikan jerami atau rumput kering begitu saja pada ternak sapi mereka. Jerami padi merupakan limbah pertanian yang tersedia dalam jumlah cukup banyak dibanding dengan limbah pertanian lainnya, serta mudah diperoleh untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan sebagian menjadi kompos. Oleh sebab itu penyediaan pakan memerlukan teknologi pengolahan limbah pertanian yang relatif sederhana untuk mendukung ketersediaan pakan sepanjang tahun, sekaligus untuk meningkatkan kandungan gizi dalam pakan ternak.Teknologi pengolahan limbah tersebut dikenal dengan nama Silase. Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainya,dengan jumlah kadar / kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, yang biasa disebut dengan “Silo”, selama kurang lebih dua minggu. Dengan teknologi pakan ini, kelak saat musim kemarau, peternak tidak perlu khawatir kekurangan pakan sebab punya lumbung pakan dari pakan hasil fermentasi itu.Cara pembuatan silase adalah sebagai berikut :1. Persiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang digunakan : sprayer, ember, gayung, pisau, terpal, jerami, molase, MA 11, bekatul,dan air. 2. Langkah kerja pembuatan silase :a. jerami dipotong-potong 2-5 cm, ditambah bekatul, kemudian diaduk-aduk merata. b. Molases 4 sendok makan dan EM 11 2 tutup botol diaduk dan dicampur secara merata ke dalam 1 Liter air. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam sprayer. c. Campuran jerami dan bekatul dipadatkan dalam tong. d. Setiap 30 cm,disemprotkan campuran air tersebut ke atas tumpukan jerami. e. Padatkan sampai penuh, lalu tutup rapat (kondisi anaerob). f. Setelah melalui masa fermentasi selama 7 hari -14 hari, buka tong/ silo, silase di angin-anginkan dan siap dikonsumsi oleh sapi.Selain sebagai sumber persediaan pakan di musim kemarau dengan memanfaatkan hijauan yang melimpah di musim hujan/ memanfaatkan limbah pertanian, silase juga memiliki keunggulan dari segi nilai gizi. Dengan mengolah jerami menjadi pakan fermentasi, jerami yang biasanya hanya memiliki kandungan protein sekitar 2 %-3% , maka setelah diolah, protein pakan fermentasi meningkat kandungannya menjadi 7% - 9%Dyah Edy Nur Khotimah, S.P. (PPL Kecamatan Gunungpati) Daftar Pustaka :http://jejakpenyuluh.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-silase-jerami.htmlhttp://sapiperahbandung.blogspot.com/2013/09/jerami-padi-fermentasi.htmlhttp://www.beritasatu.com/nasional/505296-teknologi-fermentasi-jadi-solusi-pakan-sapi.htmlhttp://www.ilmuhewan.com/cara-mudah-dalam-membuat-sendiri-pakan-sapi/