Loading...

Awas Terhadap Hama Pengisap Daun pada Kentang

Awas Terhadap Hama Pengisap Daun pada Kentang
Tidak diragukan lagi, jika tanaman kentang yang sedang dibudidayakan itu sampai diserang hama, tentu hasilnya kurang memuaskan, apalagi serangnnya sudah parah. Salah satu jenis hama yang perlu diwaspadai dalam penanaman komoditas hortikultura tersebut adalah hama pengisap daun yang disebabkan oleh Thrips palmy. Soalnya, jika serangnnya sudah parah, tanaman yang diserangnya akan mati sehingga umbi yang diharapkan tidak akan diperoleh. Jika pun diperoleh, umbi yang dipanen akan mengecewakan. Hama pengisap daun merupakan serangga dewasa yang berwarna coklat sampai hitam dan mampu bergerak lincah. Ukuran serangganya sangat kecil,yaitu ± 1 mm sehingga hampir tidak dapat dilihat mata. Hama ini berkembangbiak secara partenogenesis,a rtinya telur akan menetas tanpa melalui perkawinan. Nimfanya sangat kecil berwarna abu-abu dan tertutup oleh jaringan lamat. Nimfa merusak daun dengan cara mengisap cairan daun dan menggigit lapisan epidermis. Bagian yang diserang adalah daun bagian atas sehingga daun menggulung ke atas. Selanjutnya hama tersebut bersembunyi dalam gulungan daund an memakan jaringan dari dalam. Gejala adanya serangan pengisap daun tersebut antara lain, hama menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan daun. Daun yang diserangnya, permukaan daunnya menjadi berwarna ke perak-perakan atau kekuning-kuningan. Karena cairan daunnya dihisap hama, maka daun nampak berkerut atau permukaan daun keriput dengan bercak-bercak pucat seperti mosaik. Gejala lainnya, pada daun bekas isapan serangga nampak goresan-goresan putih atau kecoklatan. Jika serangannya sudah parah atau berat, bagian bawah helaian daun berwarna merah tembaga mengkilat dan pucuk tanaman layu, mengering kemudian mati. Tentu saja dengan matinya tanaman tersebut, umbi kentang tidak akan diperoleh. Jika pun ada yagn dapat dipanen, umbi yang diperoleh jauh dari harapan, karena umbi yang dipanen, jumlahnya sedikit dengan mutu yang jelek. Serangan hama pengisap daun biasanya akan merajalela pada musim kering atau musim kemarau sehingga daun-daun kentang banyak yang mati mengering. . Sebab, pada kondisi ini, populasi hama bertambah banyak. Bagaimana Cara Mengendalikannya? Untuk mengendalikan serangan hama pengisap daun, dapat dilakukan dengan cara teknis, mekanis atau pun dengan cara kimiawi. 1. Cara Mekanis Mengingat serangan hama biasanya meningkat pada musim kering, upayakan kondisi pertanaman selalu dalam keadaan lembab dengan cara penyiraman atau pengairan yang cukup. Cara lainnya, sebelum benih kentang ditanam, semua jenis gulma yang ada pada areal pertanaman dibersihkan, dikumpulkan kemudian dimusnahkan, misal dibakar. Tanamlah dengan benih kentang yang bersertifikat karena benih seperti ini sudah teruji mutunya, termasuk tahan terhadap beberapa serangan hama dan penyakit kentang yang membahayakan. Upayakan pertumbuhan tanaman dalam keadaan subur, misalnya selain dengan pengairan atau penyiraman yang cukup, beri pupuk secara seimbang sehingga kebutuhan hara bagi tanaman selalu dalam keadan cukup dan lakukan penyiangan dan pembumbunan dengan baik. Dengan kondisi tanaman yang subur, maka tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dibanding dengan tanaman yang loyo pertumbuhannya.. Upaya lainnya, gunakan perangkap perekat warna biru atau putih sebanyak 40 buah/ha yang disebar merata pada pertanaman kentang tersebut 2. Cara Mekanis Bagi tanaman yang sudah diserang, daun-daun yang diserang hama dipotong, dikumpulkan kemudian dimusnahkan, misal dibakar agar tidak menjadi sumber penyebaran hama. Cara lainnya, sebelum benih kentang ditanam, gunakan mulsa plastik berwarna perak pada lahan kentang tersebut. 3. Cara Kimiawi Jika akan dikendalikan dengan cara kimiawi, cara ini baru dilakukan apabila cara-cara lain sulit dilakukan atau hasilnya tidak efektif. Cara kimiawi ini segera lakukan apabila serangannya sudah mencapai ambang pengendalian yang dapat diketahui apabila populasi nimfa Trips mencapai 100 nimfa/10 tanaman atau rata-rata 10 nimfa/tanaman. Untuk mengendalikan dengan cara kimiawi tersebut dapat menggunakan larutan insektisida Bayrusil 0,2% atau Tamaron 0,2%. Cara penggunaannya bisa dibaca pada label pembungkus insektisida tersebut. Jika sudah dibaca tetap kurang paham, alangkah baiknya tanyakan kepada Penyuluh Pertanian atau petugas pertanian setempat. Soalnya, jika penggunaan insektisida itu tidak sesuai atau salah dalam penggunaannya, bukannya hamanya yang dapat dikendalikan, tetapi akan membahayakan lingkungan, bahkan dapat membahayakan si pemakai insektisida tersebut dalam melakukan pengendalian hama Trips ini. Penulis : Ir.Muchdat Widodo,MM Penyuluh Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembang- an SDM pertanian Sumber : 1. Setijo Pitojo. Seri Penangkaran Benih Kentang. Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2004. 2. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat,MS. Buku tahunan Hortikultura Seri Tanaman Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, 2006 3. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat,MS. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang Varietas Granola (Solanum tuberosum) Kab. Bandung Prov.Jawa Barat. Direntorat Budidaya Tanaman Sayuran dxan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010. 4. Drs.H.Hendro Sunarjono. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Penerbit PT.Agro Media Pustaka, Jakarta Selatan 12630, 2007.