Bermunculannya warung dan rumah makan baik warung tenda atau rumah makan besar yang menjajakan olahan ayam kampung sebagai labelnya, membuktikan bahwa permintaan ayam kampung sangatlah besar. Peluang untuk mencukupi kebutuhan tersebut belum diimbangi ketersedian yang memadai, maka sering terjadi manipulasi daging ayam kampung dari ayam ras jantan yang dengan keahlihan mengolah dan mencampur bumbu yang enak sering orang tidak mampu membedakan daging ayam kampung atau dari ayam yang lainnya.Sekarang bisnis perbesaran ayam kampong pedaging sudah tidak seperti dulu lagi, untuk mendapatkan bobot ayam kampung yang ideal dan enak dagingnya hanya dibutuhkan waktu yang relatih singkat. Perbaikan bibit, teknik pemeliharaan baik pakan dan kesehatan dalam waktu 55 – 60 hari sudah didapat bobot ayam sekitar 0,85 sampai 1 Kg. Bobot sebesar ini sangat disukai oleh konsumen terutama para pemilik warung tenda dan rumah makan. Membaca peluang tersebut sebulan yang lalau Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang melalui Kelompok Jabatan Fungsional mengadakan Pelatihan Budidaya Ayam Hibrida atau ayam Kampung Super pada tanggal 26-27 September 2015. Pelatihan tersebut melibatkan 30 orang peserta berasal dari pengurus dan angota Gapoktan Ngudi Barokah Desa Pedagung Kecamatan Bantarbolang. Kegiatan pelatihan diawalai dengan studi banding dilokasi budidaya Ayam hibrida di Desa Wonosari kecamatan Bawang kabupaten Batang pada kelompok tani Hibrida pimpinan Sdr. Nikmaropik yang sudah berpengalaman sejak tahun 2008. Pada kegiatan kunjungan tersebut mendapat curahan ilmu dan pengalaman dari Nikmaropik selaku ketua KUB Hibrida. “Bisnis ayam kampung hampir tidak ada jenuhnya bisa di segmen mana saja. Dalam budidaya ayam kampung ada beberapa segmen yang bisa digeluti seperti perbibitan, telur konsumsi, perbesaran dan olahannya atau paska panen” demikian ungkapnya saat memberikan penjelasan saat saat studi banding. Bagi masyarakat yang tinggal dipinggiran perkotaan pilihan untuk bisnis ayam kampung yang paling menjanjikan adalah bisnis pada perbesaran atau perbibitan. Selanjutnya disampaikan” saran saya bagi peternak pemula yang budidayanya berkelompok sebaiknya untuk memulai usaha dengan perbesaran terlebih dahulu baru beranjak pada perbibitan atau usaha lainnya karena perbesaran merupakan usaha yang paling kecil resikonya dan cepat menghasilkan uang” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan” kelompok saya ini setiap minggu tidak kurang menjual 100 sampai 200 ekor setiap minggu ke Pasar Pagi dan Pasar Comal Kabupaten Pemalang, mengapa peluang selama ini tidak dimanfaatkan oleh orang pemalang” unggapnya saat menyudahi pengalamannya. Usaha Perbesaran Usaha perbesaran terlihat gampang-gampang susah. Gampangnya karena kita tinggal memberi pakan dan menjaga kesehatan. Namun perlu diingat usaha ini juga sering rontok dan gulung tikar kalau kita salah memilih bibit dan tidak cermat dalam menjaga kesehatan. Bisnis ini tujuannnya menghasilkan ayam siap potong pada umur yang relatif singkat sehingga akan diperoleh ayam dengan bobot karkas yang sesuai dengan permintaan konsumen. Biasanya permintaan yang paling banyak pada bobot ayam yang diinginkan berkisar antara 0,85 -1 Kg. untuk menghasilkan ayam dengan bobot sepertu itu tentunya kita harus jeli dalam memilih bbit, pemberin pakan serta dalam menjaga kesehatan sehingga pada usia 55 hari sampai 60 hari sudah tercapai bobot ayam yang diinginkan.BibitBibit memegang penting dalam menunjang keberhasilan peternak. Bibit yang baik akan menghasilkan ayam sehat, cepat besar dan efisien dan ekonomiss dalam mengkonversi pakan sehingga akan cepat mencapai bobot yang diinginkan . untuk menghasilkan bibit ayam kampung yang baik tidak harus dari ayam kampung murni tapi dapat dari hasil persilangan antara ayam ras petelur ( biasanya berwarna coklat) dengan ayam lokal ( Bangkok,lignan atau pelung) sehinga kombinasi sifat keduanya akan menghasilkan ayam dengan rasa yang tidak jauh berbeda dengan ayam kampung asli.PakanPakan memegang peranan penting untuk mencapai bobot yang diinginkan. Pakan yang baik akan semakin effisien jumlah pemberiannya. Untuk mengukur effisiensi dapat dilihat Feed Conversi Rationya (FCR) atau dalam pengertiannya berapa jumlah pakan yang dihabiskan untuk menghasilkan bobot ayam tertentu. Biasanya para peternak untuk budidaya ayam ini menggunakan pakan ayam pedaging sampai ayam panan umur sekitar 55 – 60 hari. Pakan yang dihabiskan basanya berkisar 2 Kg untuk menghasilkan ayam seberat 0,85 – 1 Kg. Startegi pemberian pakan berbeda antara peternak 1 dengan lainnya, pengalaman beternak akan menentukan effisiensi pakan dan juga teknis pemberian pakan.PemasaranSoal pemasaran saat ini tidaklah sulit dapat langsung menjajakan ke konsumen melalui media internet atau media lainnya dan dapat juga kepasar-pasar tradisional yang banyak bertebaran di wilayah kecamatan maupun kabupaten. Lebih bagus lagi langsung dapat bermitra dengan rumah makan yang menjajakan olahan ayam kampung. Keuntungan terbesar akan didapat kalau mampu menjual dalam bentuk karkas karena ada nilai tambah dari proses tataniaga. Oleh Nurul Nurul Ashar (( PP Madya KJF Dipertanhut Kab. Pemalang).Sumber : Sekretariat Bakorluh Provinsi jawa Tengah (2011). Agribisnis Ayam Hibrida. Ungaran Jawa TengahNikmaropik ketua KUB Hibrida Desa Wonosari kecamatan Bawang Kab. BatangMuryanto, Ir. Peneliti BPTP Ungaran jawa Tengah