Loading...

AYO MEMBUAT PUPUK KOMPOS

AYO MEMBUAT PUPUK KOMPOS
Pupuk organik dalam bentuk yang telah dikomposkan ataupun segar berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta sumber nutrisi tanaman. Pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan hara dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk segar, karena selama proses pengomposan telah terjadi proses dekomposisi yang dilakukan oleh beberapa macam mikroba baik dalam kondisi aerob maupun anaerob. Keunggulan Pupuk Kompos :1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik). 2. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah. 3. Menjadi penyangga pH tanah. 4. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.5. Membantu menjaga kelembaban tanah 6. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun 7. Tidak merusak lingkungan. Cara Membuat pupuk kompos :Bahan :1. Daun Gamal/Daun Petai Cina (Tammate) : 30 Kg2. Gula Merah (diiris kecil-kecil) : 10-20 gram3. Ampas Tahu /Sekam : 10 Kg4. Kotoran Ternak : 10 Kg. 5. EM4 : secukupnya6. Gula Pasir : secukupnya Cara Membuat :1. Kotoran ternak + daun gamal/daun Tammate dicampur sampai bercampur rata2. Tuangkan ampas tahu, semua bahan diaduk hingga kalis. Tambahkan gula merah.3. Tambahkan cairan EM4 yang sudah dicampur dengan air dengan perbandingan 4-5 tutup botol dicampur dengan 5-10 liter. 4. Siramkan pada bahan yang sudah tercampur .5. Aduk terus sampai tercampur rata 6. Campuran bahan pupuk di aduk sampai kondisi campuran tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. (Bisa diuji dengan menggenggam campuran bahan pupuk, jika genggaman dibuka dan campuran tidak basah atau tidak terlalu kering).7. Selanjutnya bahan campuran pupuk dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam atau ember dan ditutup rapat, sedapat mungkin tidak terkena sinar matahari.8. Setelah 3 “ 7 hari, campuran bahan pupuk kita periksa. Jika tidak mengeluarkan aroma bau busuk maka siap untuk digunakan. Ditulis Oleh : Andi Maulana, SP., MP.Penyuluh Pertanian MadyaWIBI : Kabupaten Kepulauan Selayar