Bintara Pembina Desa ( Babinsa ) selain bertugas menjaga keamanan dan ketenteraman warga juga diberi tugas tambahan untuk membantu pemerintah dalam meyukseskan program peningkatan produksi beras nasional ( P2BN ). Dalam tugas tambahan bagi Babinsa tersebut, dilakukan pembekalan ilmu dan keterampilan tentang teknologi bercocok tanam padi melalui pelatihan teknis. Pelatihan tersebut ditutup oleh Bupati Pinrang , HA Aslam Patonangi didampingi Dandim 1404 Pinrang, letkol Inf Amrin Ibrahim, Kepala BP4K H Andi Amir Riu MP di Markas Kodim Pinrang Kemarin. Aslam Patonangi saat Menutup pelatihan teknis di kodim 1404 Pinrang, Rabu Kemarin mengatakan Pemerintah dan petani Pinrang cukup antusias menyambut kerjasama TNI untuk meningkatkan produksi beras didaerah ini. Dikatakan Aslam sektor pertanian di pinrang mampu berkontribusi 54 - 60 persen dari 8 triliun PDRB Pinrang saat ini. Melihat kenyataan ini maka akan menjadikan landasan berpikir dalam mengembangkan sektor pertanian di masa datang. apalagi didukung oleh 80 persen lahan di pinrang merupakan potensi pertanian dan sekitar 70 - 80 persen masyarakat pinrang bergerak pada sektor pertanian. Meningkatkan produksi beras untuk kebutuhan komsumsi dan sebagai cadangan pangan kata bupati menjadi keharusan karena selain dukungan potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia juga untuk mengantisipasi persoalan anomali iklim, penyusutan lahan pertanian dan makin bertambahnya jumlah penduduk yang otomatis akan meningkatkan kebutuhan komsumsi pangan. " Karena itu peran TNI khususnya Babinsa,Penyuluh Pertanian,Petugas Pengamat Hama, sangat diharapkan kerjasamanya dilapangan untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Lahan pertanian yang ada dibalai kecamatan seperti di BPK Mattirobulu, Pekkabata dan lainnya akan dioptimalkan sebagai lahan percontohan yang akan dikelola oleh Babisa dan PPL kata Aslam. Lanjut beliau pihaknya meminta kepada para Babinsa untuk berani menggarap sawah apakah melalui sewa lahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan disamping melaksanakan tugas. Dandim 1404 Pinrang, Letkol Inf Amrin Ibrahim mengatakan Tentara perlu pengetahuan dan keterampilan tambahan tentang bercocok tanam padi dengan baik. Sementara Kepala BP4K Pinrang, Ir H Andi Amir Riu MP mengatakan Kerjasama Penyuluh pertanian dengan stakeholder dilapangan selama ini sudah berjalan dengan baik. Terbukti pemberantasan tikus di desa Mallongi - longi beberapa waktu lalu melibatkan Babinsa, Koramil dan Staf Kodim serta aparat terkait lainnya di tingkat kecamatan dan desa. Bukti lain kesuksesan dari kerjasama PPL dengan TNI adalah kerjasama percontohan budidaya Padi antara pemerintah provinsi Sulawesi selatan dengan Pagdam VII Wirabuana dalam rangka mendukung peningkatan produksi beras. Program percontohan budidaya tanaman padi seluas 25 Ha didesa Tapporang kecamatan Batulappa musim tanam lalu dengan panen dengan produktivitas 10,2 ton/ha GKP. Teknologi budidaya yang dicontohkan adalah teknik jajar Legowo 2:1 dengan Varietas Ciliwung. Sejak persiapan lahan , pemeliharaan tanaman hingga panen dikawal oleh Babinsa, Penyuluh pertanian dan Pengamat hama tanaman padi. Ketika tanaman padi berumur sebulan hingga mulai bunting, diserang hama ulat batang, wereng dan tikus, namun masih dapat dikendalikan atas kerjasama PHP, Penyuluh pertanian dan Babinsa.